TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Selain berfungsi sebagai instrumen investasi, cincin emas juga kerap digunakan untuk menunjang penampilan karena desainnya yang cantik dan modis. Namun sebelum membeli cincin emas, penting bagi calon pembeli untuk memastikan keasliannya agar tidak tertipu produk palsu.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut delapan ciri cincin emas asli yang perlu diketahui.
1. Tidak Meninggalkan Bekas Saat Digosok
Cincin emas asli tidak meninggalkan bekas noda ketika digosokkan secara ringan pada kertas, keramik, atau jari. Jika muncul bekas hitam atau goresan warna lain, ada kemungkinan cincin tersebut bukan emas asli.
Namun, pengujian ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak perhiasan.
2. Memiliki Sertifikat Resmi
Cincin emas asli umumnya disertai sertifikat resmi yang memuat informasi kadar emas, berat, dan keaslian produk. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa cincin tersebut telah melalui standar kualitas tertentu, baik nasional maupun internasional.
3. Memiliki Konduktivitas yang Baik
Emas merupakan logam yang mampu menghantarkan panas dan listrik dengan baik. Cincin emas asli biasanya dibuat dari campuran emas murni dengan logam berharga lain seperti perak atau platinum yang bersifat konduktif.
4. Ditandai dengan Kadar Karat
Cincin emas asli biasanya memiliki tanda kadar karat, seperti 22K, 18K, atau kode tertentu (misalnya 750 atau 925) yang terukir di bagian dalam cincin. Kode ini menunjukkan kadar emas dalam perhiasan tersebut.
5. Tidak Bersifat Magnetis
Emas asli tidak bersifat magnetis. Jika cincin tidak tertarik saat didekatkan ke magnet, kemungkinan besar cincin tersebut adalah emas asli. Sebaliknya, jika tertarik magnet, patut dicurigai sebagai campuran logam lain.
6. Harga Masuk Akal
Harga cincin emas asli umumnya sebanding dengan kadar dan berat emasnya. Jika menemukan harga yang terlalu murah dan jauh di bawah pasaran, sebaiknya waspada karena berpotensi palsu.
7. Tidak Korosif
Emas memiliki sifat antikarat. Cincin emas asli tidak akan berkarat atau berubah warna meski dipakai atau disimpan dalam waktu lama. Kilapnya cenderung stabil dan tidak pudar.
8. Dering Suara Nyaring
Uji sederhana lainnya adalah dengan menjatuhkan cincin secara perlahan ke permukaan keras. Cincin emas asli biasanya menghasilkan suara dering yang nyaring dan panjang, sedangkan cincin palsu cenderung menghasilkan bunyi pendek dan tumpul.
Dengan memahami ciri-ciri tersebut, masyarakat diharapkan lebih cermat saat membeli cincin emas, baik untuk kebutuhan perhiasan maupun investasi. Selalu beli di tempat terpercaya dan pastikan keaslian produk sebelum bertransaksi.***











