PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID-Kementerian Kebudayaan menobatkan Desa Cibaliung, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, sebagai salah satu dari lima besar penerima Apresiasi Desa Budaya Nasional 2025.
Penetapan ini menempatkan Desa Cibaliung sebagai wakil Provinsi Banten di tingkat nasional.
Desa Cibaliung terpilih dari 150 desa yang mengikuti proses seleksi ketat karena dinilai konsisten merawat tradisi, menjaga kebudayaan, serta mengembangkan inisiatif pelestarian kearifan lokal dan ekologis yang berdampak nyata secara sosial dan ekonomi.
Salah satu kekuatan utama Desa Cibaliung adalah pengelolaan aren sebagai sumber penghidupan warga yang dijalankan dengan kearifan lokal.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Festival Aren Musang, agenda tahunan yang mengangkat pelestarian budaya aren sekaligus menjaga keseimbangan ekologi.
Desa ini juga rutin menggelar Pesta Rakyat Cibaliung dengan pertunjukan seni budaya khas Banten seperti debus dan tari tradisional.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan peran strategis desa dalam pemajuan kebudayaan nasional.
“Desa-desa budaya adalah jantung identitas kebudayaan Indonesia. Di desa-desa inilah tradisi dan kearifan lokal hidup dan berkembang sebagai kekuatan membangun karakter bangsa,” ujar Fadli Zon, melalui keterangan yang diterima Selasa 13 Januari 2026.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menyebut Program Pemajuan Kebudayaan Desa telah berjalan sejak 2021 dan menjangkau ratusan desa di seluruh Indonesia sebagai pengakuan atas kerja panjang masyarakat desa dalam merawat kebudayaan.
Selain Desa Cibaliung, empat desa lain yang masuk lima besar Apresiasi Desa Budaya Nasional 2025 yakni Desa Duarato (NTT), Desa Suak Timah (Aceh), Desa Tanjung Isuy (Kalimantan Timur), dan Desa Tebat Patah (Jambi).
Puncak acara Apresiasi Desa Budaya 2025 dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026 di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Program ini diharapkan memperkuat peran desa sebagai fondasi ketahanan budaya, sosial, dan ekologis bangsa.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











