SERANG,RADARBANTEN.CO.DI- Pemerintah Kabupaten Serang berencana akan segera melakukan upaya normalisasi Kali Tonjong yang berada di Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu.
Pasalnya, kali tersebut yang menjadi pemicu banjir di Kecamatan Kramatwatu khususnya Desa Tonjong karena kondisinya yang mengalami pendangkalan dan penyempitan.
Rencana melakukan normalisasi tersebut diungkapkan Asda II Febriyanto pada saat meninjau langsung lokasi banjir di Desa Tonjong.
Diketahui ada sebanyak 2 sekolah yang terendam yakni SMPN 2 Kramatwatu dan SDN Tonjong yang terendam banjir.
Kondisi ini membuat proses belajar mengajar terganggu. Tak hanya itu, ada ratusan rumah yang terendam akibat banjir yang terjadi sejak Minggu.
Di SMPN 2 Kramatwatu terlihat air masih merendam gedung sekolah, seperti ruang kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah dengan ketinggian mencapai 10 sampai 20 centimeter.
Proses pembelajaran pun terganggu karena anak-anak harus belajar di kelas yang terendam sehingga pembelajaran dilaksanakan setengah hari.
Salah seorang warga sekitar yang juga merupakan Guru SMPN 2 Kramatwatu, Endang Sodikin mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Tonjong diakibatkan karena luapan air dari kali Tonjong.
Hal itu dipicu karena kondisi sungai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan sehingga membutuhkan normalisasi.
“Dulu itu sebenarnya lebar sekali hampir 12 sampai 15 meteran. Sekarang paling tinggal beberapa meter saja jadi penyempitan dan penanggalan,” katanya, Rabu 14 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi di desa Tonjong bukanlah kali pertama terjadi.
Sebelumnya, banjir juga merendam sekolah dan pemukiman warga.
“Memang sudah beberapa kali banjir dan terjadi beberapa tahun terakhir. Oleh karenanya kami berharap dan sangat-sangat menanti bantuan dari Bupati khususnya untuk normalisasi Kali yang merupakan salah satu cara penanganan banjir di daerah kami,” ujarnya.
Ia mengatakan, ada sebanyak 15 kelas dengan jumlah siswa mencapai 528 siswa yang terdampak akibat banjir di SMPN 2 Kramatwatu.
Akibat banjir tersebut, proses belajar mengajar pun tidak kondusif sehingga hanya dilakukan setengah hari
“Memang ini membuat tidak nyaman dan terganggu yang mestinya kita masih belajar, kemudian karena kondisi akhirnya dipulangkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Asda II Pemkab Serang Febriyanto mengatakan, kunjungan di Desa Tonjong merupakan tindak lanjut dari Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah untuk meninjau lokasi banjir dan mencari tahu penyebab banjir di Kramatwatu.
“Kami mencari tahu penyebab banjir, ternyata karena penyempitan dan pendangkalan kali Tonjong,” ujarnya.
Pihaknya pun mengaku akan merealisasikan normalisasi kali Tonjong pada tahun 2026 ini sehingga masyarakat tidak lagi terdampak banjir.
“Rencananya di bulan Maret dan April semoga bisa terlaksana. Panjangnya 3.500 meter,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











