PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak 7.768 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di sejumlah wilayah.
Dari jumlah tersebut, 77 KK terpaksa mengungsi di dua titik pengungsian.
Sekretaris BPBD-PK Pandeglang Nana Mulyana mengatakan, total pengungsi mencapai 291 jiwa. Mereka tersebar di SDN 4 Pagelaran sebanyak 17 KK dan Mushalla Ar-Rohman sebanyak 60 KK.
“Saat ini yang mengungsi ada 77 KK atau 291 jiwa yang tersebar di dua titik pengungsian, yakni di SDN 4 Pagelaran dan Mushalla Ar-Rohman,” kata Nana Mulyana, Rabu 14 Januari 2026.
Nana memastikan kondisi para pengungsi saat ini relatif sehat. Meski demikian, sempat ada beberapa warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan ringan.
“Kemarin ada pengungsi yang mengalami gatal-gatal dan pusing, tapi sudah ditangani oleh Tim Dokpol Polres Pandeglang,” ujarnya.
Selain menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC), BPBD-PK Pandeglang juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok ke seluruh titik pengungsian.
“Yang kami lakukan saat ini adalah pemantauan kondisi pengungsian dan mendistribusikan logistik untuk kebutuhan para pengungsi,” jelas Nana.
Terkait dapur umum, Nana menyebut pihaknya masih berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya bidang sosial.
BPBD-PK fokus pada evakuasi dan penyediaan logistik dasar.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan OPD lain apabila kebutuhan di pengungsian semakin meluas,” katanya.
Nana menambahkan, jumlah pengungsi saat ini mulai berkurang seiring surutnya banjir di beberapa wilayah.
Namun, jumlah tersebut berpotensi bertambah jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
“Sudah mulai berkurang, tapi bisa bertambah lagi apabila rumah warga kembali terdampak banjir,” ucapnya.
Ia menyebut banjir di beberapa kecamatan mulai surut, di antaranya Kecamatan Sumur dan Sukaresmi.
Meski demikian, BPBD-PK tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir akibat cuaca ekstrem, mengenali lingkungan tempat tinggal, terutama yang berada di sekitar sungai atau daerah rawan,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











