KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sebagai langkah nyata menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan sistem pengangkutan dan pengolahan akhir, melainkan harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.
“Perubahan perilaku menjadi kunci utama. Sampah harus dikelola sejak dari rumah agar tidak terus menumpuk dan menimbulkan dampak lingkungan,” ujarnya, Rabu, 21 Januari 2026.
Benyamin mengajak masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik, memanfaatkan sampah yang masih bernilai guna, serta menerapkan langkah sederhana seperti pembuatan lubang biopori.
Upaya tersebut dinilai efektif dalam mengurangi volume sampah sekaligus menjaga kualitas lingkungan permukiman.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah rumah tangga yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan, sekaligus membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).
Menurut Benyamin, kelompok masyarakat seperti majelis taklim dan komunitas warga memiliki peran strategis dalam menyebarkan kesadaran dan membangun kebiasaan baru terkait pengelolaan sampah.
Melalui peran tersebut, pesan perubahan perilaku diharapkan dapat menjangkau lebih luas dan diterapkan secara berkelanjutan.
“Jika dilakukan bersama-sama dan terus-menerus, pengelolaan sampah dari rumah bisa menjadi budaya yang mengakar di masyarakat,” tuturnya.
Pemkot Tangerang Selatan, katanya berharap, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.
Editor: Agus Priwandono











