PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Agen gas elpiji PT Yasri melakukan pengecekan langsung ke tingkat pengecer di Desa Manglid, menyusul kabar harga gas elpiji 3 kilogram (kg) yang dijual hingga Rp30 ribu per tabung.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk menelusuri penyebab lonjakan harga, mengingat harga gas elpiji 3 kg di tingkat agen hanya Rp16.500 sesuai ketentuan dan pangkalan Rp19.500. Namun demikian, harga di tingkat masyarakat justru melonjak jauh dari harga acuan.
Kenaikan harga tersebut mendorong pihak agen turun langsung ke lapangan guna memastikan jalur distribusi gas elpiji bersubsidi berjalan sesuai aturan. Dari hasil penelusuran, agen menemukan bahwa tingginya harga terjadi karena gas berpindah tangan antarpengecer, bukan langsung dari agen atau pangkalan resmi.
Humas PT Yasri, Anas, menegaskan bahwa harga gas elpiji 3 kg di tingkat agen telah sesuai ketentuan.
“Jadi kalau ada harga jual gas elpiji 3 kg per tabung sampai Rp30 ribu, itu bukan harga dari agen ataupun pangkalan,” kata Anas kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu (25/1/2026).
Selain itu, Anas mengaku terkejut ketika mengetahui harga gas di tingkat pengecer mencapai Rp30 ribu. Oleh karena itu, pihaknya segera melakukan penelusuran ke lapangan.
“Setelah kami telusuri, harga Rp30 ribu itu terjadi karena gas elpiji dijual dari pengecer ke pengecer lain hingga berpindah beberapa tangan,” ujarnya.
Sementara itu, Anas memastikan harga gas elpiji 3 kg di tingkat pangkalan tetap mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan tidak menemukan pangkalan binaan PT Yasri yang menjual gas di atas HET.
“Kami rutin melakukan pengawasan ke setiap pangkalan. Tidak ada pangkalan kami yang menjual di luar HET. Harga Rp30 ribu itu berasal dari transaksi antarpengecer dan warung-warung kecil,” tegasnya.
Reporter: Purnama Irawan/Editor: Aas Arbi












