TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Universitas Terbuka Serang kembali menggelar wisuda, Minggu 25 Januari 2026. Kali ini sekitar 557 mahasiswa diwisuda. Mereka terdiri dari Program Vokasi, Sarjana dan Magister.
Kegiatan wisuda berlangsung mulai pukul 07.40 WIB hingga selesai. Lokasi dipusatkan di Kampus Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Jalan Raya Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
Wisuda Universitas Terbuka Serang 2026 ini bertajuk “Tranformasi Pendidikan Menuju Era Society 5.0: Sinergi Kecerdasan Buatan, Penguatan Karakter, dan Iklusivitas untuk Pemerataan Akses Pendidikan”.
Sebelum prosesi wisuda dimulai, para tamu dan wisudawan yang hadir disuguhi tayangan video yang berisi tentang SOP jika terjadi bencana dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Acara wisuda dibuka dengan tarian Banten Jawara yang dimainkan enam siswi setingkat SLTA. Tarian ini menggambarkan sosok jawara—figur pendekar rakyat yang identik dengan keberanian, ketangguhan, dan jiwa kepemimpinan.
Dilanjutkan dengan pembukaan yang dipimpin Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Universitas Terbuka Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D.
Dalam sambutannya Prof. Rahmat sempat menyampaikan pandangannya seputar tema acara yang mengangkat kecerdasan buatan alias Ai.
Dia memandang kecerdasan buatan alias AI itu merupakan mitra strategis. Bukan sebagai pengganti manusia. “Pemanfaatkan AI harus dibarengi dengan literasi dan etis, karena kita sebagai pengendali,” kata Prof Rahmat.
Sementara itu, Gubernur Banten yang diwakili staf ahli gubernur bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Setda Provinsi Banten, Zaenal Mutaqin berharap para lulusan UT Serang bisa menjadi local hero dalam membangun Provinsi Banten.
“Provinsi Banten menunggu kiprah bapak ibu untuk bahu membahu saatnya berbakti membangun dan mewujudkan Banten Maju Adil Merata,” harap Zaenal Mutaqin.
Momen Haru dan Membanggakan
Ada momen haru sekaligus membanggakan saat Direktur Universitas Terbuka Serang DR. Teguh Prakoso l, Spd, M Hum memberikan sambutan. Apa itu?
Ini momen harunya. Dalam proses wisuda tersebut, satu mahasiswa tak bisa hadir bersama ratusan wisudawan yang lain. Dia adalah Riyan Sahandi Arief.
Pria kelahiran tahun 1979 ini tutup usia setelah dinyatakan lulus dan menunggu waktu wisuda. Yang hadir hanya pas fotonya. Saat diwisuda, sang istri mewakili almarhum suaminya untuk menerima tanda kelulusan.
“Dan hari ini, pas wisuda adalah tepat hari
kelahiran almarhum Riyan Sahandi Arief. Semoga almarhum husnul khotimah,” kata Prof Teguh.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Teguh juga menyumbangkan sebuah lagu dan meminta para tamu yang hadir untuk dapat ikut bernyanyi. Dia menyanyikan lagu dari Peterpan Band dengan judul “Yang Terdalam”
Sementara, momen membanggakan terjadi saat Prof. Teguh mengenalkan sejumlah, di antaranya wisudawan yang ternyata seorang kapten pilot pesawat Garuda Indonesia.
“Kalau kapten pilotnya saja kuliah dan diwisuda di Universitas Terbuka, ada juga 23 pramugara dan pramugari Garuda yang juga diwisuda hari ini. Ayo silakan berdiri,” kata Prof Teguh.
Pria murah senyum itu juga mengenalkan wisudawan tertua yakni Juwariah yang berusia 68 tahun. Sementara, wisudawan termuda adalah Siti Utari yang berusia 22 tahun.
Juga, dikenalkan para wisudawan yang berasal dari penerima beasiswa dari program Indonesia Pintar dan Pemerintah Kabupaten Lebak.
Editor: Abdul Rozak











