LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Guna mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menyiapkan Program Santri Rakyat sebagai salah satu program strategis daerah. Program unggulan ini menyasar anak-anak dari keluarga sangat miskin agar dapat melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, mengatakan Program Santri Rakyat dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural melalui akses pendidikan yang berkelanjutan.
“Program Santri Rakyat ini merupakan program strategis daerah yang bertujuan mengentaskan kemiskinan melalui pendekatan pendidikan,” kata Amir Hamzah, Sabtu 31 Januari 2026.
Ia menjelaskan, wilayah dengan tingkat kemiskinan struktural tinggi, seperti kawasan sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan area sekitar PT Perkebunan Nusantara (PTPN), menjadi prioritas sasaran program. Sebanyak sekitar 20 pondok pesantren direncanakan terlibat dalam pelaksanaan Program Santri Rakyat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Untuk durasi pendidikan direncanakan selama enam tahun hingga jenjang SMA. Namun, hal ini disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang tersedia di masing-masing pondok pesantren, ada yang sampai SMP/MTs dan ada juga SMA/MA,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Daerah (Asda) III Bidang Kesejahteraan Sekretariat Daerah (Setda) Lebak, Iyan Fitriyana, menambahkan bahwa Pemkab Lebak telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk mendukung program tersebut.
“Anggaran ini dialokasikan dalam bentuk beasiswa bagi lulusan SD dari kelompok Desil 1 atau kategori masyarakat sangat miskin,” jelasnya.
Ia menyebutkan, anggaran tersebut akan dihibahkan kepada Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Lebak dan digunakan untuk membiayai pendidikan 100 santri agar dapat menempuh pendidikan di pondok pesantren modern.
“Data penerima beasiswa diambil dari Dinas Sosial agar tepat sasaran,” katanya.
Editor: Mastur Huda











