SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komunitas Peduli Sungai meluncurkan soft launching wisata edukasi susur Sungai Kali Banten, yang menawarkan pengalaman rafting sekaligus mengenalkan sejarah kali Banten kepada wisatawan.
Acara launching dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, serta Ketua TP PKK Kota Serang, Arfina Rustandi.
Ketua Komunitas Peduli Sungai, Lulu Jamaludin, mengatakan wisatawan yang mengikuti paket susur sungai tidak hanya bisa menikmati keseruan arung jeram, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang bahaya sampah dan sejarah kali Banten.
“Selain rafting, kami memberikan edukasi soal bahaya sampah dan sejarah Kali Banten. Dahulu sungai ini menjadi jalur transportasi untuk rempah-rempah dari Karangantu hingga Banten Girang dan Kaujon Masjid Kuno,” ujar Lulu, Sabtu 31 Januari 2026.
Ia menambahkan, Kali Banten merupakan sungai purba yang dulunya dilalui perahu besar untuk membawa barang dagangan. Upaya menjadikan kali ini sebagai objek wisata tidak mudah, dimulai dengan bersih-bersih sungai dari sampah.
“Dulu perjalanan dari Banten Girang hingga Kaibon bisa sampai 12 jam karena banyak sampah. Sekarang hanya 1-2 jam. Dari 65 titik sampah liar, kini tinggal kurang dari 10 titik, terutama di pusat Kota Serang,” jelas Lulu.
Wisata susur sungai Kali Banten menempuh jarak sekitar 4 kilometer, mulai dari Jembatan Kidemang hingga Kenari, Kecamatan Kasemen. Sepanjang jalur akan disediakan tiga rest area yang melibatkan warga setempat untuk berjualan, sekaligus menjadi tempat istirahat wisatawan.
Lulu berharap pemerintah dapat membantu dengan menyediakan titik naik-turun perahu di sepanjang sungai, yang saat ini belum tersedia. Hal ini penting, termasuk untuk memudahkan operasi SAR bila terjadi keadaan darurat.
Wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah di atas perahu dikenakan tarif Rp100 ribu. Biaya tersebut sudah termasuk dokumentasi, snack, makan siang, dayung, serta perlengkapan keselamatan seperti pelampung dan helm.
“Ini untuk biaya operasional. Wisata susur kali Banten ini fokus pada edukasi, berbeda dengan wisata arung jeram,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











