SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak yang menjadi korban bencana alam. Pendampingan tersebut berupa layanan trauma healing untuk membantu menghilangkan trauma pascabencana.
Selain layanan trauma healing, DKBPPPA Kabupaten Serang juga menyalurkan bantuan berupa tas dan alat tulis sekolah kepada anak-anak korban bencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak setelah menjalani hari-hari berat di pengungsian.
Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang, Haerofiatna, mengatakan bahwa saat bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi-lokasi pengungsian.
“Pasca banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Serang, kami telah menerjunkan tim untuk melakukan trauma healing. Kami juga terus menginventarisasi titik-titik pengungsian,” ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.
Ia menjelaskan, untuk menghibur dan memulihkan kondisi psikologis anak-anak korban bencana, pihaknya menyiapkan hadiah berupa perlengkapan sekolah, mulai dari tas hingga alat tulis.
“Dampak bencana ini sangat luar biasa. Banyak anak-anak yang perlengkapan sekolahnya rusak atau hilang akibat banjir. Karena itu, kami memberikan bantuan agar mereka bisa kembali semangat dan bahagia,” katanya.
Haerofiatna mengungkapkan, sebanyak 250 tas telah disalurkan kepada anak-anak di sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Kecamatan Padarincang, Binuang, serta kecamatan lainnya di Kabupaten Serang.
Bantuan tersebut berasal dari sumbangan para pegawai DKBPPPA Kabupaten Serang serta donatur yang ingin membantu korban banjir.
“Ke depan, kami juga akan bergerak memberikan layanan trauma healing dan bantuan bagi korban bencana di Kecamatan Anyar dan Cinangka,” ujarnya.
Ia berharap kondisi cuaca di Kabupaten Serang segera membaik sehingga potensi bencana tidak semakin meluas.
Editor: Mastur Huda











