LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pembukaan lahan kawasan Hunian Tetap (Huntap) di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, hingga kini belum juga terealisasi. Padahal, tahapan awal berupa pekerjaan cut and fill sebelumnya dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Senin 26 Januari 2026.
Hingga awal Februari 2026, aktivitas pembukaan lahan Huntap Cigobang belum dapat dilakukan. Kendala utama disebabkan proses lelang perusahaan pelaksana yang masih berjalan dan belum menetapkan pemenang.
Belum dimulainya pembangunan Huntap tersebut membuat warga calon penghuni kembali harus bersabar. Mereka berharap pembangunan hunian permanen segera dimulai agar pemulihan kehidupan pascabencana dapat segera terwujud.
Salah seorang warga Hunian Sementara (Huntara) Cigobang, Zaenudin, mengatakan bahwa tertundanya pembukaan lahan dipicu oleh mundurnya perusahaan yang sebelumnya memenangkan tender. Kondisi tersebut berdampak langsung pada tertundanya tahapan pekerjaan lanjutan.
“Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak kembali melakukan proses lelang untuk menentukan perusahaan pelaksana pembukaan lahan. Prosesnya masih berjalan dan belum selesai,” ujar Zaenudin kepada RADARBANTEN.CO.ID saat dihubungi melalui telepon, Rabu 4 Februari 2026.
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima warga, proses lelang ditargetkan rampung dalam waktu dekat, yakni antara Kamis (5/2/2026) hingga Sabtu (7/2/2026). Setelah itu, pekerjaan pembukaan lahan Huntap diharapkan dapat segera dimulai.
“Warga terus memantau perkembangannya karena ini menyangkut kepastian tempat tinggal permanen bagi para penyintas bencana. Saya berharap tidak ada lagi penundaan yang berkepanjangan,” ucapnya.
Zaenudin menambahkan, anggaran sebesar Rp56 miliar dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) baru akan dicairkan setelah proses pembukaan lahan Huntap diselesaikan oleh Pemkab Lebak.
“Karena itu, kami berharap pemerintah daerah benar-benar menepati komitmen yang telah disampaikan kepada warga. Kepastian waktu sangat penting agar warga tidak terus hidup dalam ketidakpastian,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Halson Nainggolan, membenarkan bahwa pembukaan lahan Huntap Cigobang belum dimulai karena proses lelang masih berlangsung.
“Masih dalam proses pengadaan,” ujarnya singkat saat dihubungi melalui telepon.
Ia memastikan, seluruh tahapan pembangunan Huntap Cigobang akan berjalan sesuai ketentuan setelah proses administrasi selesai. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mempercepat realisasi hunian tetap bagi warga terdampak bencana di wilayah tersebut.
Editor: Mastur Huda











