SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kegiatan pasar murah subsidi yang digelar Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang di Kantor Kecamatan Cipocok Jaya diwarnai cekcok antarwarga, Jumat, 6 Februari 2026. Insiden terjadi saat puluhan warga antre untuk mendapatkan kupon sembako bersubsidi.
Peristiwa tersebut melibatkan dua ibu rumah tangga yang terlibat adu mulut karena persoalan antrean. Salah seorang ibu muda yang menggendong bayi menegur seorang ibu berbaju hitam yang dinilai tidak tertib dan berusaha menerobos barisan antrean.
Situasi sempat memanas, namun tidak berlangsung lama setelah warga lain yang ikut mengantre memberikan teguran. Perempuan yang mencoba menerobos antrean akhirnya kembali ke barisan paling belakang.
Kegiatan pasar murah subsidi tersebut merupakan program perdana yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Cipocok Jaya. Antusiasme warga cukup tinggi karena harga sembako dijual lebih murah dari harga pasaran.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan program pasar murah subsidi akan digelar di seluruh kecamatan di Kota Serang secara bertahap sesuai jadwal yang telah disusun pemerintah daerah.
“Sembako murah dari program Disperindagkop sesuai dengan misi saya. Ini akan berlangsung di seluruh kecamatan yang ada di Kota Serang. Nanti ada tanggal-tanggalnya dijadwal, dan ini disubsidi Rp55.000 dari pemerintah,” kata Budi di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, pemerintah menggelar pasar murah subsidi untuk membantu meringankan beban masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan.
“Tujuan sembako murah ini untuk memastikan bahwa masyarakat bisa ikut merasakan sembako murah dari pemerintah. Ini kan salah satu program dari saya dan Pak Agis,” ujarnya.
Editor: Aas Arbi











