SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang meminta agar OPD penghasil pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Serang agar mengoptimalkan pendapatan.
Pasalnya, pemerintah daerah khususnya Pemkab Serang memiliki tantangan yang cukup besar yakni berkurangnya pendapatan cukup besar buntut adanya pemotongan dana transfer oleh pemerintah pusat.
Untuk itu OPD penghasil mulai dari Bapenda, Diskoumperindag, PUPR dan OPD lainnya yang dapat menghasilkan PAD agar melakukan optimalisasi dengan melakukan inovasi agar mendapatkan pendapatan yang optimal serta menggali potensi pendapatan baru baik dari sektor retribusi ataupun pajak.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Supiyanto mengatakan, dengan kondisi di tahun 2026 yakni pendapatan daerah berkurang hingga Rp480 miliar akibat pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.
Kondisi tersebut tentunya menjadi tantangan bersama bagi pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislatif.
“Ini jadi tantangan bersama, bukan hanya Pemkab Serang melainkan dirasakan juga oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia,” katanya, Minggu 8 Februari 2026.
Ia mengatakan, untuk mengoptimalkan pendapatan daerah, pihaknya mengaku telah melakukan evaluasi terhadap pendapatan pajak dan retribusi Pemkab Serang tahun 2025 untuk mengoptimalkan pendapatan.
“Tentunya ada pendapatan pajak yang mencapai target dan tidak mencapai target. Bahkan ada yang realisasinya mencapai 120 persen,” ujarnya.
Lalu, lanjut Supianto, ada juga pendapatan dari retribusi pasar yang pendapatannya jauh dari target yang sudah ditetapkan.
“Ada 12 pasar namun yang efektif hanya 10 pasar. Namun yang harus kita kaji apakah targetnya yang terlalu besar atau upaya yang dilakukan yang belum maksimal,” ujarnya
Ia menegaskan, pajak-pajak yang realisasinya lebih dari 100 persen harus dipertahankan, sementara pajak yang realisasinya belum optimal, harus ditingkatkan.
Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk optimalisasi ialah dengan melakukan melakukan inovasi-inovasi program sehingga pendapatan bisa dioptimalkan.
“Untuk Bapenda, karena ada tambahan mobil untuk layanan keliling maka harus dioptimalkan. Lalu ada MoU dengan perusahaan jasa antar. Ada juga yang kerjasama dengan perguruan tinggi untuk kajian-kajian terhadap objek pajak yang harus dinaikan, terutama di kawasan industri,” ujarnya.
Tak hanya itu, OPD penghasil pajak juga diminta untuk menggali potensi pendapatan baru sehingga pendapatan daerah bisa dimaksimalkan.
Untuk memastikan agar terget-target yang ditetapkan dapat terealisasi, pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala sehingga capaian target bisa termonitor dengan baik.
“Di bulan ini sebelum idul Fitri akan melakukan rapat evaluasi dengan Diskoumperindag, ini untuk mematikan targetnya. Lalu ada juga hasil kajian dari pasar,” ujarnya.
Rapat juga dilakukan guna memastikan agar harga-harga bisa tetap stabil saat memasuki bulan ramadhan dan Idul Fitri.
Editor: Abdul Rozak











