PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Institut Kemandirian Nusantara (IKNUS) yang berlokasi di Kampung Cikondang, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, terus melakukan penguatan mutu pendidikan sekaligus menyiapkan sejumlah terobosan akademik pada 2026.
Salah satu fokus utama kampus tersebut adalah pengembangan sistem penjaminan mutu berbasis digital.
Wakil Rektor I IKNUS, Agus Lukman Hakim, mengatakan tahun 2026 menjadi fase penting bagi kampus dalam memperkuat tata kelola akademik, terutama dalam sistem penyaringan dan pengendalian mutu pendidikan.
Menurut Agus, sistem digital akan membantu kampus memetakan aspek-aspek yang perlu diperbaiki sehingga kualitas pendidikan dapat terus terjaga.
“Pada 2026 ini kita fokus memperkuat sistem penyaringan mutu berbasis digital supaya seluruh aspek kualitas pendidikan bisa terkontrol dengan baik dan kita tahu bagian mana yang perlu dibenahi,” kata Agus Lukman Hakim, Minggu 8 Februari 2026.
Selain penguatan sistem mutu, IKNUS juga tengah menyiapkan pembukaan program studi (prodi) baru. Namun, prodi tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama pimpinan kampus dan yayasan.
Agus menyebut, prodi baru nantinya diarahkan agar lulusannya memiliki peluang kerja lebih besar serta relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
“Usulan prodi baru sudah ada, tapi masih menunggu keputusan final dari pimpinan dan yayasan. Harapannya, prodi baru ini bisa menjawab kebutuhan pasar dan meningkatkan daya saing lulusan,” ujarnya.
IKNUS juga mulai memperkuat pembelajaran berbasis praktik dengan melibatkan praktisi sebagai pengajar pada sejumlah mata kuliah.
Pendekatan ini dilakukan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan langsung di lapangan.
Sebagai contoh, mahasiswa yang mempelajari marketing didorong untuk benar-benar mempraktikkan penjualan produk, bukan sekadar memahami konsep.
“Mahasiswa sekarang tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik langsung, termasuk menjual produk di lapangan agar mental dan keterampilan bisnis mereka terbentuk,” jelasnya.
Beberapa waktu lalu, mahasiswa bahkan diminta membawa produk usaha mereka untuk dipasarkan langsung di ruang publik sebagai bagian dari pembelajaran praktik.
Saat ini, IKNUS memiliki sejumlah program studi, yakni Administrasi Publik, Administrasi Bisnis, serta Manajemen Retail pada jenjang S1. Sementara untuk jenjang S2, tersedia program Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis.
Ia menyebutkan, mahasiswa IKNUS tidak hanya berasal dari Pandeglang, tetapi juga dari berbagai daerah di Banten seperti Lebak, Serang, dan Cilegon.
Bahkan, beberapa mahasiswa berasal dari luar provinsi. Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa aktif IKNUS saat ini sekitar 1.400 orang.
Ke depan, IKNUS menargetkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan keterampilan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Kami ingin lulusan memiliki karakter yang baik sekaligus skill yang bisa digunakan sekarang dan di masa depan, apalagi perkembangan teknologi seperti AI sangat cepat,” kata Agus.
Editor: Abdul Rozak










