LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Lebak membutuhkan sebanyak 1.960 kantong darah selama Ramadan hingga H+10 Idulfitri 2026. Untuk menjaga ketersediaan stok darah, UDD PMI Lebak akan mengoptimalkan program jemput bola dengan menggelar kegiatan donor darah di berbagai lokasi.
Kegiatan donor darah tersebut akan dilaksanakan di sejumlah gereja, Alun-alun Rangkasbitung, pusat perbelanjaan (mal), hingga perguruan tinggi.
Kepala UDD PMI Lebak, Firman Rahmatullah, mengatakan pihaknya telah menyusun sejumlah agenda selama Ramadan guna memastikan stok darah tetap terjaga.
“Untuk memastikan stok darah selama Ramadan tetap aman, kami telah menyiapkan sejumlah program, di antaranya donor darah di gereja-gereja, alun-alun Rangkasbitung, dan mal,” ujar Firman, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan, total kebutuhan darah selama Ramadan hingga 10 hari setelah Idulfitri (sekitar 40 hari) diperkirakan mencapai 1.960 kantong darah. Sementara itu, saldo stok darah sebelum Ramadan diprediksi sebanyak 1.261 kantong.
“Kami memprediksi perolehan donor selama Ramadan sekitar 300 kantong darah, ditambah dari kegiatan Mobil Unit sekitar 100 kantong darah. Dengan demikian, ada potensi kekurangan sekitar 299 kantong darah pada minggu terakhir Ramadan dan pasca-Idulfitri,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi krisis stok darah, UDD PMI Lebak mengimbau masyarakat agar tetap aktif mendonorkan darah, terutama keluarga pasien yang membutuhkan transfusi selama Ramadan.
“Kami telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh puskesmas agar keluarga pasien dapat menyediakan donor pengganti. Dengan cara ini, stok darah di Lebak tetap stabil dan pelayanan kebutuhan darah bisa terus terpenuhi,” tambahnya.
Sementara itu, Hudaya, warga Kecamatan Kalanganyar, mengaku telah rutin mendonorkan darah bersama keluarganya di UDD PMI Lebak selama belasan tahun.
“Donor darah rutin kami lakukan karena selain menjaga kesehatan, juga untuk membantu sesama yang membutuhkan,” katanya.
Editor: Mastur Huda











