PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPR RI, Adde Rosi Khoirunnisa, menyoroti tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pandeglang, Banten, yang mencapai puluhan ribu.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang per 4 Februari 2026, jumlah anak tidak sekolah tercatat sebanyak 42.415 anak.
Rinciannya, anak yang belum pernah sekolah (BPS) atau residu sebanyak 25.110 anak, putus sekolah (drop out/DO) 6.187 anak, serta lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan (LTM) sebanyak 11.187 anak.
Politisi Partai Golkar itu mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mencari solusi penanganan ATS di berbagai daerah.
“Sudah ada koordinasi dengan kementerian, dan kementerian juga berkoordinasi dengan dinas pendidikan di daerah untuk mencari akar permasalahannya,” ujar Adde saat ditemui di sela Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Pandeglang di Hotel Horison Pandeglang, Senin 16 Februari 2026.
Adde Rosi mengatakan, jika persoalan ATS dipicu faktor ekonomi, maka Program Indonesia Pintar (PIP) dapat menjadi solusi agar anak kembali bersekolah.
“Anak-anak tersebut wajib mendapatkan bantuan PIP. Tapi kalau ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya sekolah, maka orang tuanya harus diberikan pemahaman,” katanya.
Adde juga mengaku terbuka jika Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Disdikpora ingin bekerja sama menuntaskan persoalan ATS di wilayah tersebut. Menurutnya, anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Banten I dapat turut membantu menyelesaikan persoalan pendidikan di daerah.
“Saya menyambut baik jika dinas pendidikan ingin bekerja sama. Apalagi ada rekan-rekan kami di DPR RI dari dapil Banten I yang juga bisa membantu,” ujarnya.
“Insyaallah kami siap membantu melalui program PIP, tentu dengan penyaluran yang maksimal dan sesuai kebutuhan siswa,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











