PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pesan reflektif usai melaksanakan salat asar di Pondok Pesantren Mahad Islam Rafiah Akhyar (Mira) Institute, Desa Tapos, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.
Dalam sambutannya pada kunjungan ke Pondok Pesantren milik Ustaz Adi Hidayat (UAH) di Mira Institute, AHY mengatakan bulan suci Ramadan menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi, kontemplasi, serta membersihkan hati, tidak hanya demi keselamatan diri, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Ramadan ini baik bagi kita bukan hanya untuk menyelamatkan diri, tapi juga untuk mengangkat refleksi, kontemplasi, dan membasuh hati,” ujar AHY di Mira Institute, Sabtu 21 Februari 2026.
Ia mengaku bersyukur dapat bersilaturahmi dan berdiskusi langsung dengan pimpinan pondok pesantren, Ustaz Adi Hidayat. Menurutnya, pertemuan tersebut memberikan pencerahan, kekuatan, inspirasi, serta motivasi bagi dirinya dan para pejabat publik yang hadir.
AHY juga menyoroti ketatnya proses seleksi di Mira Institute. Dari sekitar 1.000 pendaftar, kata dia, hanya sekitar 40 santri yang diterima.
“Artinya acceptance rate-nya sekitar 4 persen. Ini sangat kecil dan menunjukkan betapa selektifnya proses pendidikan di sini,” ungkapnya.
Ia menilai, para santri tidak hanya dituntut untuk menghafal, tetapi juga menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
AHY pun mendoakan agar di bawah kepemimpinan Ustaz Adi Hidayat, pesantren tersebut terus melahirkan ulama-ulama terbaik yang memberi kontribusi bagi Indonesia bahkan dunia.
“Semoga tempat ini semakin menjadi rumah yang melahirkan ulama-ulama terbaik masa depan Indonesia, bahkan dunia,” katanya.
Dalam kesempatan itu, AHY juga menegaskan pentingnya keteguhan hati dalam menjalani proses perjuangan dan pengabdian. Ia meyakini, setiap ujian yang dihadapi dalam menjalankan amanah akan berbuah kebaikan jika diniatkan sebagai ibadah.
“Ketika kita merasa berat dalam menjalani proses dan perjuangan, tetapi kita dedikasikan untuk masyarakat luas, insyaallah Allah SWT bukan hanya membalas, tapi juga mengangkat derajat kita,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh pihak, baik pejabat pemerintah, wakil rakyat, maupun para santri, untuk tidak merasa kecil hati dalam menghadapi tantangan. Menurutnya, setiap persoalan pasti diiringi dengan solusi jika dijalani dengan niat tulus dan keimanan yang kuat.
“Setiap permasalahan selalu ada kekuatan yang mendampinginya dan ada solusi yang bisa kita hadirkan jika kita niatkan sebagai ibadah,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











