SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ribuan jemaah umrah asal Kabupaten Serang belum bisa pulang ke Tanah Air. Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, memperkirakan, ada 2.000 sampai 3.000 jemaah umrah asal Kabupaten Serang yang belum bisa pulang akibat perang AS-Israel dengan Iran.
“Kami mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Serang agar seluruh jemaah asal Kabupaten Serang yang sedang menjalankan umrah diberikan keselamatan dan bisa kembali ke Tanah Air,” kata Najib Hamas, Kamis, 12 Maret 2026.
Najib mengatakan, memanasnya suasana di Timur Tengah membuat jemaah umrah kesulitan untuk mendapatkan jadwal penerbangan pulang.
Apalagi, beberapa hari lalu, ada larangan penerbangan selama beberapa jam untuk seluruh maskapai.
“Sehingga menyebabkan penumpukan di bandara-bandara tempat transit,” ujarnya.
Najib khawatir dengan kondisi jemaah umrah asal Kabupaten Serang. Ia pun berharap agar kondisi di Timur Tengah bisa segera kondusif.
Najib mengimbau kepada seluruh jemaah umrah, yang sudah berangkat maupun yang akan berangkat ke Tanah Suci, untuk menjaga kesehatan serta membawa perbekalan yang cukup untuk mengantisipasi terjadinya perubahan jadwal rute penerbangan.
“Yang terpenting, menaati ketentuan para pembimbing umrah yang mendampingi. Ada yang transit berjam-jam, itu laporannya sudah masuk ke Kementerian Haji dan Umrah,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











