SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Cilowong, Kota Serang, segera memasuki tahap lelang. Proyek ini melibatkan kerja sama tiga daerah, yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, dalam pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, mengatakan kuota sampah yang akan dipenuhi dari tiga daerah tersebut diperkirakan mencapai minimal 1.100 ton per hari.
“Kuota sampah dari tiga daerah itu diperkirakan minimal sekitar 1.100 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan operasional PSEL,” ujar Farach, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menilai proyek PSEL Cilowong memiliki potensi besar dalam menghasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara luas.
“Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, potensi listrik yang dihasilkan bisa mencapai 35 megawatt. Energi tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga bahkan setingkat satu kecamatan,” ungkap Farach.
Menurutnya, teknologi PSEL akan memanfaatkan volume sampah yang selama ini masuk ke TPAS Cilowong setiap hari dan masih didominasi metode penimbunan.
“Selama ini sampah sebagian besar masih ditimbun. Dengan teknologi PSEL, sampah akan diproses melalui sistem konversi energi sehingga memiliki nilai tambah,” jelasnya.
Farach menegaskan, program PSEL tidak hanya menjadi solusi persoalan sampah, tetapi juga mampu menghasilkan energi alternatif.
“PSEL bukan hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif. Ini solusi dua manfaat sekaligus: lingkungan lebih bersih dan energi tersedia,” tegasnya.
Editor: Mastur Huda











