PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Rizki Natakusumah mengutuk keras serangan artileri Israel yang menewaskan tiga orang Prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL).
Pernyataan Rizki Natakusumah yang mengutuk keras serangan artileri Israel kepada prajurit TNI saat menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-152 tahun 2026.
Adapun tiga prajurit gugur atas serangan artileri Israel yaitu Praka Farizal Rhomadhon (Gugur pada Minggu, 29 Maret 2026), Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar (Gugur pada Senin, 30 Maret 2026) dan Sertu Muhammad (Gugur pada Senin, 30 Maret 2026).
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat dari Dapil Banten 1, Rizki Natakusumah, turut berbelasungkawa atas gugurnya tiga orang prajurit dan beberapa prajurit lain dalam kondisi kritis dan luka-luka.
“Kami tentu mengutuk keras, atas terjadinya serangan ini. Serangan terhadap pasukan perdamaian itu sama sekali tidak bisa dibenarkan,” katanya Rabu, 1 April 2026.
Rizki menegaskan, serangan artileri Israel Ini merupakan pelanggaran berat atas hukum humaniter internasional dan juga pelanggaran berat atas piagam PBB.
“Jadi kami minta dan tentu mendorong seluruh upaya diplomasi Indonesia agar bisa di Dewan Keamanan PBB bisa diusut. Dan juga dilakukan investigasi secara menyeluruh dan secara tuntas dan secara transparan,” katanya.
Tentu, pasukan perdamaian dari Indonesia bertugas di PBB, Lebanon, jauh dari tanah airnya bukan untuk berperang, bukan untuk menyerang siapapun.
“Pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon, disana justru hadir untuk memastikan tidak ada lagi korban sipil yang menjadi korban dari konflik senjata. Jadi penghargaan tertinggi kita berikan kepada prajurit, prajurit kita, dan kita doakan yang gugur diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT,” katanya.
Rizki menerangkan, bahwasannya iya dan semua dari Fraksi Partai Demokrat sendiri tentu sangat amat terpukul.
“Partai Kami dilahirkan oleh seorang Bapak SBY adalah Chief Military Observer (CMO) di konflik Bosnia tahun 1995-1996. Tiga kader kami yang saat ini bertugas pada Pemerintahan Prabowo jiga veteran penjaga perdamaian,” katanya.
Kader Demokrat veteran penjaga perdamaian itu Menko Infrastruktur AHY, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, dan Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan.
“Ketiganya merupakan veteran perdamaian, bertugas di Lebanon di masa pemerintahan Presiden SBY mendorong Indonesia untuk terus berperan aktif dalam tugas konstitusi. Kita dalam menjaga perdamaian menciptakan perdamaian dunia dan menjaga perdamaian dunia jadi kami sangat terpukul dan berbelasungkawa dan saat ini saatnya Dewan Keamanan PBB untuk menunjukan adanya ketegasan,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











