SERANG, RADARBANTEN.CO.IR – Ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Provinsi Banten kian nyata setelah jumlah kasus suspek melonjak tajam pasca libur panjang Lebaran 2026.
Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat sebanyak 4.456 kasus suspek campak dengan 6 orang meninggal dunia.
Wilayah Tangerang Raya menjadi daerah paling terdampak dalam lonjakan kasus ini. Kabupaten Tangerang mencatat angka kematian tertinggi dengan 4 kasus, disusul Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Serang masing-masing 1 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti, mengungkapkan tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran menjadi faktor utama penyebaran virus campak yang sangat menular.
“Kasus tertinggi berada di Kabupaten Tangerang sebanyak 1.094 kasus dan Kota Tangerang Selatan 1.070 kasus,” ujarnya, Senin 6 April 2026.
Selain mobilitas, rendahnya cakupan imunisasi di sejumlah wilayah serta maraknya hoaks terkait vaksin turut memperburuk kondisi.
Pemerintah Provinsi Banten kini meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau masyarakat untuk segera melakukan imunisasi guna mencegah meluasnya wabah campak.
Editor: Abdul Rozak











