SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lonjakan kasus suspek campak di Banten menyimpan ancaman besar yang belum sepenuhnya terungkap. Dari total 4.456 kasus, sebanyak 2.274 sampel masih menunggu hasil uji laboratorium.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Banten menunjukkan, dari 2.493 spesimen yang telah diperiksa, hanya 157 kasus terkonfirmasi positif dan 82 negatif. Namun, tingginya angka hasil yang masih “pending” memunculkan kekhawatiran akan potensi lonjakan kasus baru.
Fenomena ini disebut sebagai “gunung es”, di mana jumlah kasus sebenarnya bisa jauh lebih besar dari yang telah terkonfirmasi.
Kepala Dinas Kesehatan Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti, menyebut kondisi ini perlu diwaspadai serius, terutama di wilayah Tangerang Raya yang menjadi episentrum penyebaran.
“Betul, terjadi lonjakan kasus pasca lebaran kemarin. Sedikitnya ada 457 kasus baru,”kata Kadinkes, Senin 6 April 2026.
Menurutnya, lonjakan kasus ini dipicu oleh beberapa faktor yakni tingginya tingkat mobilitas masyarakat di momentum hari raya kemarin. Dan juga ketimpangan cakupan imunisasi.
Cakupan imunisasi masih di bawah ambang batas herd immunity 95 persen, sehingga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran virus.
“Keraguan masyarakat terhadap keamanan vaksin akibat informasi yang salah, turut menyebabkan penolakan imunisasi,” tandasnya.
Pemerintah daerah kini terus mempercepat proses pemeriksaan laboratorium serta meningkatkan pengawasan untuk menekan potensi ledakan kasus dalam waktu dekat.
Editor: Abdul Rozak











