• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Pemerintahan

Ribuan Hasil Lab Campak di Banten Masih Pending, Potensi Lonjakan Kasus Mengintai

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Selasa, 7 April 2026 12:43
in Pemerintahan
0

ilustrasi penyakit campak (iStock)

0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lonjakan kasus suspek campak di Banten menyimpan ancaman besar yang belum sepenuhnya terungkap. Dari total 4.456 kasus, sebanyak 2.274 sampel masih menunggu hasil uji laboratorium.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Banten menunjukkan, dari 2.493 spesimen yang telah diperiksa, hanya 157 kasus terkonfirmasi positif dan 82 negatif. Namun, tingginya angka hasil yang masih “pending” memunculkan kekhawatiran akan potensi lonjakan kasus baru.

Fenomena ini disebut sebagai “gunung es”, di mana jumlah kasus sebenarnya bisa jauh lebih besar dari yang telah terkonfirmasi.

Kepala Dinas Kesehatan Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti, menyebut kondisi ini perlu diwaspadai serius, terutama di wilayah Tangerang Raya yang menjadi episentrum penyebaran.

“Betul, terjadi lonjakan kasus pasca lebaran kemarin. Sedikitnya ada 457 kasus baru,”kata Kadinkes, Senin 6 April 2026.

Menurutnya, lonjakan kasus ini dipicu oleh beberapa faktor yakni tingginya tingkat mobilitas masyarakat di momentum hari raya kemarin. Dan juga ketimpangan cakupan imunisasi.

Cakupan imunisasi masih di bawah ambang batas herd immunity 95 persen, sehingga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran virus.

“Keraguan masyarakat terhadap keamanan vaksin akibat informasi yang salah, turut menyebabkan penolakan imunisasi,” tandasnya.

Pemerintah daerah kini terus mempercepat proses pemeriksaan laboratorium serta meningkatkan pengawasan untuk menekan potensi ledakan kasus dalam waktu dekat.

Editor: Abdul Rozak


Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Penjual Miras di Kota Serang Bakal Disanksi Berat

Next Post

Pemkot Serang Dapat Bantuan 100 Unit Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Next Post

Pemkot Serang Dapat Bantuan 100 Unit Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pendiri Kota Serang Ingatkan Makna Madani Jangan Jadi Sekat Pembangunan

by Nahrul Muhilmi
Senin, 10 Agustus 2026 18:11
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tokoh pendiri Kota Serang, KH Matin Syarkowi, mengingatkan agar istilah Madani yang melekat dalam identitas Kota Serang...

Jelang Seleksi Sekda Cilegon, Dana Sujaksani Mengaku Tidak Ada Persiapan Khusus

by Adam Fadillah
Senin, 10 Agustus 2026 17:25
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Salah satu kandidat Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Cilegon, Dana Sujaksani, mengaku tidak melakukan persiapan khusus menjelang...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.