KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang pada Jumat 10 April 2026 terjadi insiden ketegangan.
Dimana, ketegangan memuncak saat sejumlah pengurus tingkat kecamatan (PAC) menyuarakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan sang petahana dan menuntut regenerasi total di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Tangerang.
Ketegangan tersebut bermula saat sejumlah kader di tingkat grassroot merasa aspirasi mereka tersumbat dalam pelaksanaan Muscab tersebut.
Suasana di lokasi mendadak memanas dengan aksi protes terbuka sejumlah kader yang berteriak“perubahan”.
Abdurrosyid, Dewan Syuro PAC PKB Kecamatan Kelapa Dua, menjadi salah seorang yang berani menyuarakan kegelisahan di akar rumput.
Sebab, di tengah situasi yang tegang, dia menegaskan bahwa desakan perubahan ini bukanlah tanpa alasan.
Karena menurutnya, selama ini kader di tingkat bawah hanya dijadikan alat politik tanpa adanya timbal balik yang nyata bagi pengembangan organisasi.
“Kami mengusulkan kepada DPP, mudah-mudahan DPP mendengar aspirasi kami ini yang ingin adanya perubahan pemimpin baru di DPC. Karena kita grassroot hanya dijadikan ujung tombak, tapi tidak ada kontribusi nyata bagi kami di bawah,” cetus Abdurrosyid di lokasi Muscab.
Abdurrosyid juga sangat menyayangkan adanya resistensi berlebihan dari pihak-pihak yang enggan menerima masukan.
Karena dia mengingatkan bahwa dinamika pendapat adalah hal yang lumrah dalam sebuah partai yang demokratis.
Dia juga meminta para pengurus yang sedang menjabat untuk tidak bersikap reaktif atau merasa terancam dengan adanya kritik.
“Karena bagi kami, perbedaan itu merupakan hal yang biasa. Jadi kami mohon kepada teman-teman saya yang di dalam, baik yang satu barisan ataupun tidak, jangan anti-kritiklah,”tegasnya.
Dia kembali menyatakan dan menginginkan sosok pemimpin baru yang memiliki basis kekuatan politik yang jelas, khususnya yang saat ini tengah duduk di kursi DPRD Kabupaten Tangerang.
Hal ini dianggap penting agar sinergi antara kebijakan partai dan implementasi di pemerintahan daerah dapat berjalan selaras.
“Jadi, siapapun orangnya, yang jelas kami ingin ada pemimpin baru. Wabilkhusus dari anggota DPRD Kabupaten Tangerang. Kita ingin ada perubahan.”harapnya.
Editor: Bayu Mulyana











