SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) resmi memulai percepatan pembangunan infrastruktur jalan.
Sebanyak 17 titik jalan strategis di ibu kota Provinsi Banten mulai dikerjakan melalui program betonisasi dengan total anggaran mencapai Rp75 miliar.
Langkah ini menjadi bukti komitmen Pemkot Serang dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang merata, kokoh, dan mampu menunjang mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, menjelaskan proyek betonisasi tersebut didukung oleh skema pendanaan kolaboratif yang dinilai efektif dalam mempercepat pembangunan.
“Program ini tidak hanya mengandalkan satu sumber anggaran. Ada kolaborasi pendanaan yang sangat membantu percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Kota Serang,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.
Ia merinci, anggaran sebesar Rp65 miliar berasal dari bantuan keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Dana tersebut merupakan kompensasi kerja sama pengelolaan sampah yang kemudian dialokasikan untuk pembangunan 12 titik jalan.
Sementara itu, tambahan anggaran sebesar Rp10 miliar bersumber dari APBD Kota Serang yang difokuskan untuk perbaikan lima titik jalan prioritas lainnya.
Menurut Iwan, sinergi pendanaan ini menjadi strategi penting agar pembangunan infrastruktur tidak terhambat keterbatasan fiskal daerah.
“Ini bukan sekadar pembangunan jalan, tetapi upaya percepatan agar kualitas infrastruktur di ibu kota Provinsi Banten semakin mantap dan merata,” jelasnya.
Ia mengatakan, wilayah Taktakan menjadi salah satu fokus utama dalam program betonisasi tahun ini. Hal tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap wilayah yang selama ini berperan sebagai pusat pengelolaan akhir sampah.
Meski demikian, Iwan memastikan bahwa pemerataan pembangunan tetap menjadi prioritas utama Pemkot Serang.
“Tidak hanya terpusat di satu wilayah. Kawasan lain seperti Parakan di Kecamatan Walantaka juga menjadi perhatian, terutama karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Serang,” katanya.
Pihaknya mengaku menaruh perhatian serius terhadap kualitas dan daya tahan jalan yang dibangun. Salah satu aspek penting yang tidak diabaikan adalah sistem drainase.
Iwan menegaskan, pembangunan jalan beton harus diiringi dengan perbaikan saluran air agar tidak mudah rusak akibat genangan.
“Jalan beton sekuat apa pun tidak akan bertahan lama jika sistem drainasenya buruk. Karena itu, pembangunan drainase menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proyek ini,” tegasnya.
Dengan perencanaan teknis yang disesuaikan kondisi di lapangan, Pemkot Serang optimistis proyek betonisasi ini akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Ke depan, jalan-jalan di Kota Serang diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik, bebas dari genangan, serta mampu mendukung aktivitas ekonomi warga secara lebih optimal.
Editor: Bayu Mulyana











