SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Serang, Umi Sahiyah, memastikan pemberangkatan jemaah haji asal Kota Serang tahun 2026 akan dilakukan dalam dua kelompok terbang (kloter).
Umi menjelaskan, untuk kloter pertama atau kloter 8, jadwal keberangkatan ditetapkan pada 29 April 2026. Namun, terdapat sedikit perubahan waktu dibanding rencana awal.
“Untuk kloter 8 Kota Serang, jadwalnya tanggal 29 April. Ada pergeseran waktu sekitar satu jam lebih awal,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.
Selain perubahan waktu, lokasi pelepasan jemaah juga mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya direncanakan di Alun-alun Kota Serang, kini dipindahkan ke kawasan KSB.
“Setelah rapat lanjutan, ada perubahan lokasi pelepasan. Yang awalnya di alun-alun sekarang dipindahkan ke KSB,” katanya.
Jemaah pada kloter pertama dijadwalkan mulai diberangkatkan sekitar pukul 05.00 WIB menuju Asrama Haji Cipondoh sebelum melanjutkan penerbangan ke Tanah Suci.
Untuk jumlah jemaah, kloter pertama diisi sebanyak 393 orang. Sementara total keseluruhan jemaah haji asal Kota Serang tahun ini mencapai 772 orang, termasuk petugas pendamping.
“Total ada 772 termasuk petugas, dibagi dua kloter. Untuk kloter kedua direncanakan berangkat pada bulan Mei,” jelasnya.
Terkait persiapan, Umi menyebut saat ini sudah mencapai sekitar 82 persen.
Pihaknya masih terus melakukan koordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan menjelang hari keberangkatan.
“Persiapan sudah sekitar 82 persen. Tinggal komunikasi dan antisipasi jika ada perubahan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para calon jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan, terutama menjelang dua pekan sebelum keberangkatan.
“Dua minggu sebelum berangkat diharapkan istirahat cukup, mulai konsumsi vitamin, serta menjaga tensi, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit,” pesannya.
Selain itu, jemaah diminta mewaspadai potensi dehidrasi akibat perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi.
“Jangan sampai dehidrasi karena kondisi tubuh bisa drop. Cuaca di sana berbeda dengan di sini,” ucapnya.
Umi juga mengungkapkan, terdapat sejumlah jemaah yang menunda keberangkatan tahun ini karena berbagai faktor, seperti biaya, kondisi kesehatan, maupun kendala pendamping.
“Ada yang tertunda, nanti akan dialihkan ke tahun berikutnya sesuai sistem yang berlaku,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











