SERANG,RADARBANTEBN.CO.ID – Pemerintah Kota Serang terus mempercepat pembangunan infrastruktur dengan memprioritaskan wilayah perbatasan.
Salah satunya terlihat dari pembangunan jalan di Kampung Sawo, Kecamatan Walantaka, yang kini tengah dikebut karena menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Jalan ini adalah perbatasan antara Kabupaten dan Kota Serang, sehingga memang harus menjadi perhatian bersama,” ujar Wali Kota Serang, Budi Rustandi, Selasa 21 April 2026.
Ia menjelaskan, proyek tersebut tidak hanya sebatas betonisasi jalan, tetapi juga mencakup pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan drainase dalam satu paket pekerjaan.
“Ini bukan hanya perbaikan jalan biasa, tapi satu paket lengkap dengan TPT dan drainase supaya kualitasnya lebih baik dan tahan lama,” katanya.
Menurutnya, pembangunan di wilayah perbatasan menjadi bagian dari strategi Pemkot Serang dalam menuntaskan persoalan infrastruktur secara bertahap.
“Wilayah perbatasan ini sering kali luput, padahal kebutuhannya tinggi. Makanya kita mulai dari sini,” ungkapnya.
Budi menyebut, ruas jalan yang dibangun di Kampung Sawo, Kecamatan Walantaka memiliki panjang sekitar 800 meter dengan total anggaran Rp1,6 miliar dari APBD murni tahun 2026.
“Panjang jalan sekitar 800 meter, dengan anggaran Rp1,6 miliar. Ini kita fokuskan untuk memberikan manfaat langsung ke masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, setelah pembangunan di titik tersebut selesai, Pemkot Serang akan melanjutkan ke wilayah lain yang memiliki kondisi serupa.
“Setelah ini selesai, kita lanjut ke titik lain. Kita ingin pembangunan jalan di Kota Serang bisa tuntas secara bertahap,” tegasnya.
Budi juga mengungkapkan, pemilihan lokasi pembangunan didasarkan pada kondisi jalan yang rusak parah serta kebutuhan masyarakat.
“Kita lihat mana yang paling rusak dan paling dibutuhkan warga, itu yang kita dahulukan,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkot Serang tetap memprioritaskan sektor infrastruktur karena dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat.
“Di tengah efisiensi anggaran, kita tetap fokus ke infrastruktur karena ini kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Ia pun meminta masyarakat yang wilayahnya belum tersentuh pembangunan untuk bersabar.
“Bagi masyarakat yang belum kebagian, mohon bersabar. Semua akan kita bangun secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” ucapnya.
Selain itu, Budi turut menyinggung kondisi jalan rusak di kawasan Trondol yang juga menjadi perhatian pemerintah.
“Untuk jalan di Trondol, kita sudah koordinasi dengan pemerintah provinsi karena itu butuh penanganan lebih besar,” ungkapnya.
Ia menyebut, penanganan jalan tersebut direncanakan akan dituntaskan oleh Pemerintah Provinsi Banten pada tahun 2027.
“Insya Allah tahun 2027 akan dituntaskan oleh provinsi, termasuk beberapa ruas lainnya melalui anggaran lanjutan,” katanya.
Budi menegaskan, sinergi antara pemerintah kota dan provinsi terus diperkuat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.
“Kita tidak bisa sendiri, harus ada kolaborasi dengan provinsi agar pembangunan bisa lebih cepat dan merata,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











