SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Muhlis memberikan kritik keras terhadap manajemen jalan tol Tangerang-Merak.
Hal ini menyusul kondisi jalan bebas hambatan itu yang kini kian memprihatinkan bahkan kerap disebut sebagai ‘Jalur Maut’ dengan lubang di sepanjang jalan.
Ironisnya, kondisi ‘Jalur Maut’ ini terjadi di tengah persiapan menyambut arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026 yang tinggal menghitung hari.
Muhlis menilai, pembiaran terhadap kerusakan ini tidak hanya menghambat konektivitas, tetapi juga mengancam nyawa pengguna jalan.
“Kerusakan ini sudah berlangsung lama dan jujur saja, sudah banyak memakan korban. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus. Keselamatan masyarakat taruhannya,” tegas Muhlis dengan nada bicara serius, Selasa 10 Maret 2026.
Tak hanya persoalan aspal yang mengelupas dan berlubang parah, Politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti buruknya sistem drainase di sepanjang bahu jalan tol.
Menurutnya, kegagalan fungsi saluran air di sisi jalan mengakibatkan genangan air yang justru muncul di titik-titik vital jalan bebas hambatan saat hujan turun.
“Bukan cuma lubang yang kita persoalkan, tapi saluran air di samping jalan tol itu juga tidak berfungsi. Akibatnya, ada beberapa titik banjir justru di dalam jalan tol. Ini sangat aneh untuk kategori jalan bebas hambatan yang berbayar,” tambahnya.
Munculnya genangan air ditambah kondisi jalan yang berlubang dinilai menjadi kombinasi maut bagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi, terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah Banten belakangan ini.
Sebagai langkah konkret fungsi pengawasan, Komisi IV DPRD Banten berencana segera melayangkan surat pemanggilan resmi kepada pihak manajemen pengelola Tol Tangerang-Merak dalam waktu dekat.
Muhlis menegaskan, pihaknya ingin meminta penjelasan detil serta komitmen nyata dari pengelola terkait jadwal perbaikan menyeluruh sebelum puncak arus mudik tiba.
Ia tidak ingin masyarakat yang sudah membayar tarif tol justru mendapatkan fasilitas yang membahayakan nyawa.
“Kami akan segera panggil pihak manajemen tol tersebut. Kami ingin ada langkah nyata, bukan sekadar tambal sulam yang cepat rusak lagi. Arus mudik sudah dekat, jangan sampai masyarakat Banten dan para pemudik bertaruh nyawa di jalan tol yang seharusnya aman,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











