CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0623/Cilegon menghadirkan pembangunan sumur bor air bersih di 10 titik pada sejumlah kecamatan di wilayah tersebut.
Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam mengatasi krisis air bersih yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Pasiter Kodim 0623/Cilegon, Kapten Inf Muhammad Rizal mengatakan, salah satu titik pembangunan berada di Lingkungan Langon Sari, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.
“Penentuan lokasi ini berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Dari hasil pengecekan di lapangan, warga memang kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini warga setempat hanya mengandalkan sumur dengan kondisi air yang cenderung payau. Bahkan, saat kemarau panjang, masyarakat harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui program TMMD ke-128, pengeboran sumur dilakukan hingga kedalaman sekitar 45 meter guna mendapatkan sumber air yang layak konsumsi.
“Pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu singkat, sekitar satu minggu, bahkan diupayakan bisa rampung dalam tiga hari agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Selain pembangunan sumur bor, fasilitas pendukung juga disiapkan, seperti tower air setinggi tiga meter dan toren berkapasitas 650 liter guna menunjang distribusi air ke rumah warga melalui jaringan perpipaan.
Sementara itu, Lurah Mekarsari, Fatoni mengatakan wilayahnya memang menjadi salah satu daerah rawan kekeringan saat musim kemarau yang biasanya berlangsung selama dua hingga tiga bulan.
“Dalam satu RT jumlahnya bisa mencapai 250 kepala keluarga. Saat kemarau, kami rutin menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki. Adanya bantuan ini semoga sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Program ini diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih warga serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.
Editor: Bayu Mulyana











