SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang menyebut ada potensi pendapatan untuk pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) akibat meningkatnya permintaan batu dari wilayah Bojonegara dan Puloampel.
Hal ini diakibatkan adanya penutupan tambang di wilayah Jawa Barat sehingga membuat permintaan batu meningkat di wilayah Bojonegara dan Puloampel sejak 2025 lalu.
Kepala Bapenda Kabupaten Serang, Lalu Farhan Nugraha, mengatakan saat ini para pengusaha material tambang yang dulunya mengambil bahan baku dari Jawa Barat saat ini beralih ke wilayah Kabupaten Serang.
“Ini tentunya akan ada kenaikan permintaan, otomatis ada pula kenaikan dari segi realisasi penerimaan dari sektor pajak MBLB nya,” katanya, Jumat 1 Mei 2026.
Ia mengatakan, untuk memastikan pendapatan dari pajak MBLB optimal, pihaknya akan terus melakukan survei dan monitoring ke wajib pajak yang saat ini melakukan pengelolaan terhadap tambang baik di wilayah Kabupaten Serang.
“Triwulan pertama sudah sesuai target, sudah sangat tinggi dan melewati target di triwulan pertama,” ujarnya.
Ia mengaku, untuk meningkatkan pendapatan pajak dari sektor tersebut, pihaknya juga akan melakukan penyesuaian terhadap harga dasar.
Ia mengaku telah bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Banten agar harga dasar material bisa ditinjau ulang sehingga pendapatan dari sektor pajak bisa bertambah.
“Provinsi melakukan perubahan harga tarif, nanti kita lihat setelah harga tarif diberlakukan oleh provinsi, kita akan melakukan penyesuaian di Kabupaten Serang. Tahap awal kita akan melakukan FGD, untuk mensosialisasikan sehingga bisa memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha,” terangnya.
Farhan mengatakan, dengan adanya penyesuaian harga tarif pendapatan pajak dari sektor tersebut akan bertambah dan diharapkan bisa menekan eksploitasi berlebih terhadap sumber daya alam di Kabupaten Serang.
Editor: Abdul Rozak










