PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pandeglang mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kabupaten tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Hotel Horison Altama Pandeglang.
Sebanyak 359 siswa yang mewakili 35 kecamatan se-Kabupaten Pandeglang ambil bagian dalam ajang tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Pandeglang, Didin Pahrudin, mengatakan FLS3N menjadi wadah penting bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang seni dan sastra sejak dini.
“FLS3N merupakan agenda tahunan. Ke depan, kami juga akan merancang kelas seni dan sastra di sekolah agar bakat siswa dapat tersalurkan secara optimal,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.
Menurutnya, kegiatan nonakademik seperti FLS3N tidak hanya mendorong prestasi, tetapi juga membentuk karakter siswa yang berlandaskan nilai budaya bangsa.
Didin menambahkan, antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Para siswa terlihat semangat mengikuti berbagai cabang lomba dan menampilkan kemampuan terbaik mereka.
“Pesertanya hampir 350 siswa dan sangat antusias. Ini menjadi momentum untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman di bidang seni dan sastra,” katanya.
Ia menjelaskan, para pemenang nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.
Selain itu, peran guru, pembimbing, dan orang tua dinilai sangat penting dalam mendukung pengembangan bakat siswa. Monitoring serta latihan berkelanjutan juga diperlukan agar kemampuan siswa terus meningkat.
“Kami berharap ke depan semakin banyak kompetisi, baik di dalam maupun luar daerah, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan pengalaman siswa,” ujarnya.
Didin juga membuka peluang keterlibatan berbagai pihak, termasuk komunitas dan pelaku usaha, untuk mendukung pengembangan seni dan sastra di kalangan pelajar.
“Output-nya adalah melahirkan siswa berprestasi di bidang seni yang ke depan bisa berkembang secara profesional dan memberikan nilai tambah,” jelasnya.
Salah satu peserta asal SDN Karaton 1, Deira Ananda Fitriyanda, mengaku percaya diri mengikuti lomba menyanyi solo. Meski baru pertama kali mengikuti FLS3N, ia telah memiliki pengalaman dalam berbagai kompetisi serupa.
“Saya ikut lomba menyanyi solo. Ini pertama kali ikut FLS3N, tapi sebelumnya sudah sering ikut lomba,” ujarnya.
Deira mengungkapkan, persiapan yang dilakukannya berlangsung sekitar satu bulan dengan latihan intensif agar dapat tampil maksimal.
“Persiapannya sekitar satu bulan. Latihan terus supaya bisa tampil maksimal,” katanya.
Dalam beberapa kompetisi sebelumnya, Deira pernah meraih juara pertama dan kedua. Pengalaman tersebut membuatnya optimistis menghadapi FLS3N tahun ini.
“Targetnya tentu ingin juara satu, tapi yang penting tetap menikmati proses,” ucapnya.
Editor: Mastur Huda










