SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Pertanian kembali menggencarkan program pengembangan sumber daya manusia pertanian melalui program magang pertanian ke Jepang. Program ini bertujuan mencetak petani muda yang tangguh dan berdaya saing global.
Di Banten, Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten menjadi pelaksana seleksi peserta. Puluhan petani milenial dari berbagai daerah antusias mengikuti tahap seleksi tersebut.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Eva Lutviah (21), lulusan Universitas Politeknik Energi dan Industri. Eva telah memulai usaha pertanian padi di Kabupaten Lebak.
Eva mengaku mengikuti seleksi ini bukan hanya untuk menambah pengalaman. Ia ingin mengembangkan pertanian modern agar hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani lebih baik.
“Saya ingin membawa pengetahuan pertanian modern dari Jepang untuk diterapkan di Banten. Tujuan saya agar produksi pertanian meningkat, petani bisa lebih sejahtera, dan ke depan Banten bahkan Indonesia bisa mencapai swasembada pangan,” ujar Eva, Sabtu, 8 November 2025.
Program magang pertanian ke Jepang ini berlangsung selama satu tahun. Distan memberikan pembekalan intensif bagi peserta.
Materi pelatihan mencakup bahasa Jepang, dasar agrikultur, dan penerapan teknologi pertanian modern. Setelah lolos seleksi, panitia akan memberangkatkan peserta secara bertahap sesuai jadwal resmi.
Selain itu, program ini memberi peluang besar bagi petani muda untuk belajar langsung dari sistem pertanian maju di Jepang.
Menurut Plt Sekretaris Distan Banten, Ery Yanuar, program ini menjadi kesempatan emas bagi petani muda untuk memperluas wawasan dan keterampilan.
Ery menjelaskan, Distan Banten ingin mendorong petani muda agar berpikir inovatif dan membangun usaha pertanian berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa regenerasi petani menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.
“Program magang ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menjadi pionir di daerahnya,” pungkas Ery.
Kehadiran petani milenial seperti Eva menunjukkan semangat baru di dunia pertanian. Dengan ilmu yang dibawa dari Jepang, mereka diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat swasembada pangan di Indonesia.
Program ini juga membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan generasi muda dalam memodernisasi sektor pertanian.
Editor: Aas Arbi











