SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sektor pertanian di Banten merupakan bidang utama dalam ketahanan pangan masyarakat, dan Provinsi Banten memiliki kekayaan tersebut. Namun, di balik itu, terdapat ancaman nyata. Yakni regenerasi petani.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian (Distan) Banten, 70,49 persen petani di Banten berusia di atas 40 tahun, sedangkan petani milenial (usia 19–39 tahun) baru mencapai 29,51 persen.
Kepala Distan Banten, Agus M Tauchid mengakui jika regenerasi petani di Banten merupakan tantangan besar bagi pihaknya.
Untuk mendorong keterlibatan generasi muda, Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan sejumlah langkah strategis melalui visi dan misi Gubernur serta Wakil Gubernur, Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi, yang dituangkan dalam 8 program unggulan dan 24 turunan.
Fokusnya mencakup tata kelola air hingga tingkat usaha tani, penguatan konektivitas antarwilayah produksi, serta dukungan regulasi pusat terkait pupuk, benih, alsintan, dan harga komoditas yang lebih berpihak kepada petani.
“Kami optimistis, kepastian akses terhadap sarana produksi dan jaminan harga akan membuat sektor pertanian semakin menarik bagi generasi milenial maupun Gen Z,” kata Agus.
Dikatakannya, Banten sangat kaya akan sumber pangan, di tahun ini saja produksi padi naik 250 ribu ton. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan bahwa luas panen di provinsi Banten tahun 2025 ini mencapai 347,70 ribu hektare atau naik 48,61 ribu hektare (16,25 persen) dibandingkan tahun 2024.
Luas panen itu merupakan yang tertinggi secara nasional. Kenaikan ini dipicu oleh program optimalisasi lahan non rawa menjadi lahan produktif pertanian.
Angka-angka ini membuat Agus semakin optimis bahwa Banten bisa menjadi daerah yang swasemabda pangan, apalagi Pemerintah juga terus memberikan keberpihaknya kepada peningkatan kesejahteraan petani, salah satunya dengan menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen.
“Ini jelas bentuk komitmen dari pemerintah untuk membantu para petani dalam menakan biaya produksi mereka, sembari menjaga harga jual yang baik,”tuturnya.
Lebih jauhnya, Agus mengajak kepada para generasi muda untuk aktif terlibat ke dalam dunia pertanian. Pihaknya pun dengan tegas akan terus memberikan dukungan kepada para generasi muda.
Salah satunya dengan memberikan kesempatan untuk magang ke Jepang bersama dengan Kementerian Pertanian.
Editor Daru Pamungkas











