SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dua warga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang usai laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung, Minggu malam (10/2/2026). Keduanya telah melaporkan kasus tersebut ke Mapolresta Serang Kota.
“Ada dua korban yang laporannya kami terima,” ujar Kasatreskrim Polresta Serang Kota, Senin kemarin.
Korban pertama yang mengalami tindak kekerasan tersebut seseorang berinisial CH. Dia dipukul saat berada di depan Ramayana Serang. “Kejadian pertama sekira pukul 20.00 WIB, korban mengalami luka ringan di bagian kepala,” kata Alfano.
Selang satu jam kemudian atau sekitar pukul 21.00 WIB, seorang warga berinisial IH dikeroyok oleh sekelompok orang yang berkonvoi di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang. Mereka melakukan serangan brutal hingga korban mengalami luka bacok. “Korban di TKP kedua dibacok, dia yang cukup parah,” kata Alfano.
Terkait para pelaku penyerangan, Alfano mengaku sedang mengidentifikasinya. Disinggung soal oknum suporter, perwira menengah Polri ini juga belum dapat menyimpulkannya. “Kita belum tahu (ditanya pelaku oknum suporter-red) sedang kita selidiki,” kata pria asal Sumatera Barat ini.
Alfano menduga, korban penyerangan tersebut merupakan salah sasaran. Ia memastikan, keduanya tidak mengenakan atribut pendukung klub sepak bola seperti kabar yang beredar.
“Diduga salah salah sasaran, yang di stadion itu gak pake helm Persija atau The Jakmania atau atribut sepak bola. Di helmnya tulisannya itu BRK atau Bebek Klasik Riweuh,” katanya.
Kapolsek Serang, AKP Zaeni Aji Bakhtiar mengatakan, korban IH pasca kejadian telah dilarikan ke Rumah Sakit DKT Kota Serang. Ia mengalami luka pada bagian kepala dan kaki.
“Menurut keterangan saksi, saat kejadian terdapat rombongan konvoi dalam jumlah besar yang mengejar sepeda motor korban,” katanya.
Tiba di lokasi kejadian tepatnya di depan pintu masuk stadion, sepeda motor korban ditendang oleh salah satu pelaku. Korban yang terjatuh dari motornya langsung dikeroyok hingga tak berdaya.
“Setelah korban terjatuh, massa dari rombongan konvoi diduga langsung melakukan aksi pengeroyokan terhadap korban,” katanya.
Kapolsek menjelaskan, para pelaku melakukan tindak kekerasan dengan menggunakan bekas botol miras tongkat baseball dan sajam.
“Aksi pengeroyokan akhirnya terhenti setelah petugas kepolisian yang berada di sekitar lokasi datang memberikan bantuan dan mengamankan korban. Kehadiran petugas membuat rombongan konvoi melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian,” ungkapnya.
Kapolsek menduga, aksi pengeroyokan tersebut dipicu kesalahpahaman atau provokasi sepihak. Para pelaku melihat tulisan di helm korban yang dianggap sebagai simbol klub sepeda bola.
“Korban mengaku bukan pendukung klub sepak bola tersebut maupun penggemar sepak bola. Ia mengaku menjadi sasaran amuk massa konvoi yang melakukan sweeping secara acak dan anarkis,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak










