KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO ID – Mohammad Ekoriadi (48), salah seorang pemerhati lingkungan di Kabupaten Tangerang menyebut bahwa penyebab banjir makin sering terjadi lantaran bantaran sungai terdapat adanya bangunan permukiman dan industri.
Hal itu menjadi pemicu, sehingga air tidak lancar mengalir karena ketika turun hujan sehari saja air meluap dan terjadilah banjir.
“Sosok ketegasan seperti Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) sangat diperlukan untuk melakukan normalisasi fungsi sungai Cidurian dan Cimanceuri. Jangan Gubernur ke lokasi ketika terjadi banjir naik perahu karet namun gak paham penanganan solusi konkritnya,” ujar Ekoriadi, Jumat 10 April 2026.
Sementara itu, Camat Tigaraksa Cucu Abdurrosyied mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera memperbaiki tanggul kali yang jebol akibat luapan banjir di Perum Mustika Tigaraksa, Kelurahan Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa.
“Insya Allah nanti pada anggaran perubahan ini akan dibangun perbaikan tanggul. Dan mudah-mudahan itu juga akan menjadi solusi penanganan banjir di Prumahan Mustika,”ungkap Cucu.
Dikatakan Cucu, perbaikan tanggul kali yang jebol menjadi langkah prioritas utama dalam pemulihan pascabanjir di wilayah tersebut.
Sebab menurutnya, untuk pelaksanaan perbaikan akan dilakukan dengan bantuan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui penyaluran anggaran perubahan tahun 2026.
Jebolnya tanggul kali ini tersebut kata Cucu, telah mengakibatkan sedikitnya 70 kepala keluarga (KK) di RT/RW 05/09, Perum Mustika Tigaraksa terdampak sejak Minggu 5 April 2026 kemarin.
“Karena luapan Sungai Cimanceuri, Cipayaeun, dan anak Sungai Ciranjeuen mengakibatkan tujuh desa di delapan titik menjadi terdampak,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











