SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus Diabetes Melitus (DM) di Provinsi Banten masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Banten, per 10 Juni 2026, jumlah penyandang diabetes mencapai 94.607 orang yang tersebar di delapan kabupaten/kota.
Menariknya, kelompok usia produktif 15-59 tahun menjadi penyumbang terbesar kasus diabetes di Banten.
Dari total penderita diabetes, sebanyak 69.809 orang atau sekitar 73,8 persen merupakan kelompok usia produktif. Sementara, kelompok usia lanjut di atas 60 tahun tercatat sebanyak 22.905 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Astuti mengatakan, diabetes merupakan penyakit yang terjadi akibat tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan hormon insulin secara efektif sehingga kadar gula menumpuk dalam darah.
“Diabetes melitus terjadi akibat tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan hormon insulin secara efektif yang menyebabkan penumpukan gula dalam darah,” ujarnya.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Tangerang menjadi daerah dengan jumlah penderita diabetes tertinggi, yakni 25.155 kasus.
Posisi berikutnya ditempati Kota Tangerang Selatan dengan 20.787 kasus, Kabupaten Lebak sebanyak 20.226 kasus, dan Kota Tangerang 19.450 kasus.
Sedangkan, Kota Cilegon tercatat memiliki 3.440 kasus, Kabupaten Pandeglang 2.550 kasus, Kabupaten Serang 1.694 kasus, dan Kota Serang sebanyak 1.305 kasus.
Ati menjelaskan, diabetes tipe 2 yang menjadi jenis paling banyak ditemukan dipengaruhi sejumlah faktor risiko, seperti kurang aktivitas fisik, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, obesitas, faktor keturunan, hingga pertambahan usia.
“Faktor utamanya meliputi gaya hidup, kondisi fisik seperti obesitas, faktor genetik atau riwayat keluarga, serta usia yang semakin bertambah,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Banten mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat guna menekan angka kasus diabetes yang terus meningkat.
Editor: Agus Priwandono











