SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa, menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada pemutusan kontrak tenaga outsourcing di sejumlah rumah sakit daerah.
Ia menilai, penghematan anggaran seharusnya tidak berujung pada hilangnya mata pencaharian masyarakat.
Yeremia mengaku prihatin atas laporan puluhan tenaga alih daya yang tidak lagi diperpanjang kontraknya, salah satunya di RSUD Malingping, Kabupaten Lebak.
Menurutnya, kebijakan efisiensi perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menambah angka pengangguran di Provinsi Banten.
“Semangat efisiensi seharusnya tidak berdampak kepada masyarakat, khususnya ketenagakerjaan. Angka pengangguran kita masih tinggi, sehingga kebijakan seperti ini harus benar-benar dipertimbangkan,” ujar Yeremia, Rabu 4 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah meminta penjelasan langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten terkait pemangkasan anggaran tersebut.
Dari hasil penjelasan yang diterimanya, efisiensi anggaran tidak hanya terjadi di Dinkes, melainkan juga di sejumlah organisasi perangkat daerah lain akibat kondisi fiskal yang ketat.
“Pengurangan anggaran memang tidak terjadi di Dinkes saja, tapi juga di dinas lain karena fiskal kita sangat ketat sekali. Ada beberapa pengeluaran yang harus diminimalisir,” katanya.
Yeremia menjelaskan, Dinkes Banten melakukan pemetaan terhadap pos anggaran yang dinilai tidak berdampak langsung pada layanan kesehatan.
Dari hasil perhitungan tersebut, anggaran pegawai alih daya menjadi salah satu pos yang terkena pemangkasan.
Selain berdampak pada tenaga outsourcing, ia menyebut efisiensi anggaran juga berpengaruh terhadap pengadaan obat-obatan di rumah sakit daerah.
Ia berharap kebutuhan obat tetap bisa terpenuhi hingga pembahasan anggaran perubahan dilakukan.
“Pembelian obat juga terdampak. Mudah-mudahan pada perubahan anggaran nanti bisa ter-cover,” ujarnya.
Yeremia pun mendorong Pemprov Banten agar menyiapkan solusi bagi tenaga outsourcing yang terdampak, termasuk membuka kembali peluang perekrutan pada pembahasan anggaran perubahan mendatang.
“Kami berharap ke depan efisiensi anggaran jangan sampai mempengaruhi ketenagakerjaan. Pemerintah sedang giat membuka lapangan kerja, jangan sampai justru terjadi pengurangan tenaga kerja,” tegasnya.
Repoter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











