SERANG, RADARBANTEN.COI.ID – Pemprov Banten menghadirkan inovasi Mobile Klinik berbasis telemedicine yang membuat pelayanan kesehatan langsung mendekat ke masyarakat. Kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas menjadi hak seluruh masyarakat. Namun bagi sebagian warga yang tinggal di daerah yang sulit dijangkau, mendapatkan layanan kesehatan yang lengkap masih menjadi tantangan.
Komitmen Pemprov Banten untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, pelayanan kesehatan saat ini tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara konvensional semata. Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.
“Pemprov Banten melaksanakan program Mobile Klinik berbasis telemedicine sebagai pelengkap pelayanan kesehatan. Tujuannya adalah mendorong pemerataan layanan kesehatan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih mudah dan cepat,” ujar Andra saat menjadi narasumber dalam Seminar Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Indonesia yang digelar di Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta.
Menurut Andra, luas wilayah Banten serta kondisi geografis yang beragam menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pelayanan kesehatan. Meskipun Provinsi Banten memiliki jumlah rumah sakit yang cukup banyak, tidak semua masyarakat dapat menjangkaunya dengan mudah. Untuk itu, Mobile Klinik hadir sebagai solusi untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang aksesnya masih terbatas.
Program ini juga menjadi bagian dari transformasi digital layanan kesehatan yang tengah dikembangkan Pemerintah Provinsi Banten. Melalui dukungan teknologi telemedicine, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat, efektif, dan berkualitas.
Tidak hanya itu, Pemprov Banten juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para peneliti BRIN, guna menghadirkan inovasi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam seminar tersebut, sejumlah rekomendasi penting juga menjadi perhatian Pemprov Banten, di antaranya penguatan keamanan data medis pasien, peningkatan literasi digital tenaga kesehatan dan masyarakat, serta pengembangan alat kesehatan buatan dalam negeri yang lebih terjangkau namun tetap memiliki standar kualitas tinggi.
“Mari kita jadikan teknologi sebagai alat untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Andra Soni.
Datang Langsung ke Tengah Masyarakat
Kehadiran Mobile Klinik bukan sekadar konsep pelayanan kesehatan berbasis teknologi. Program ini telah hadir langsung di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata.
Saat ini Mobile Klinik melayani masyarakat di Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Serang. Setiap hari tim Mobile Klinik berkeliling ke berbagai wilayah sesuai kebutuhan yang ditentukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten dan puskesmas setempat.
Salah satu petugas Mobile Klinik, Apoteker Ijat, menjelaskan bahwa satu tim Mobile Klinik terdiri dari seorang dokter, dua perawat, seorang apoteker, dan seorang pengemudi.
“Kami setiap hari turun langsung ke lapangan. Masyarakat sangat antusias. Saat pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis pernah melayani lebih dari 100 warga dalam satu kunjungan,” ujarnya.
Menurut Ijat, layanan yang paling banyak diminati adalah pemeriksaan USG bagi ibu hamil. Selama ini layanan tersebut relatif sulit diperoleh masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan besar.
“Banyak ibu hamil yang sangat terbantu karena layanan USG jarang tersedia di daerah pedesaan,” katanya.
Fasilitas Lengkap dan Gratis
Yang membuat Mobile Klinik berbeda adalah kelengkapan fasilitas medis yang dibawa langsung ke lokasi pelayanan. Di dalam kendaraan Mobile Klinik tersedia berbagai peralatan kesehatan modern seperti X-Ray, USG, dan EKG yang memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara langsung di lapangan.
Masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga konsultasi medis dan obat-obatan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Prioritas pelayanan diberikan kepada wilayah yang tidak termasuk kategori pelosok, namun memiliki akses yang sulit dijangkau masyarakat. Salah satu contohnya adalah Desa Cikedung di Kabupaten Serang.
Melalui Mobile Klinik, warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan kesehatan dasar maupun pemeriksaan penunjang yang selama ini hanya tersedia di rumah sakit atau fasilitas kesehatan tertentu.
Mewujudkan Banten Sehat dan Maju
Transformasi digital kesehatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten merupakan langkah nyata dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.
Dengan memadukan teknologi telemedicine, tenaga kesehatan profesional, serta fasilitas medis yang lengkap, Mobile Klinik menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan modern dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Ke depan, program ini diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak warga Banten yang merasakan manfaat pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan gratis.
Karena kesehatan yang merata bukan hanya tentang membangun fasilitas, tetapi juga memastikan pelayanan hadir hingga ke pintu-pintu rumah masyarakat yang membutuhkan. (Adv)











