CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Untuk mencegah kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon membagikan ikan pemakan jentik ke 9 puskesmas. Hal itu juga dilakukan untuk memperingati ASEAN Dengue Day (ADD) atau Hari DBD.
Pembagian ikan pemakan jentik itu sebagai upaya pengendalian vektor penyebab DBD secara ramah lingkungan. Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti.
Pembagian ikan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dinkes Kota Cilegon Ratih Purnamasari sebelum didistribusikan ke 9 puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Cilegon. Ikan-ikan tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai media edukasi dan dibagikan kepada masyarakat untuk ditempatkan di kolam maupun penampungan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Ratih mengatakan, pengendalian DBD tidak cukup hanya mengandalkan fogging. Tapi juga harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui berbagai upaya pencegahan, termasuk pengendalian biologis menggunakan ikan pemakan jentik.
“Pemberian ikan pemakan jentik ini merupakan salah satu bentuk edukasi sekaligus upaya nyata untuk mengurangi populasi nyamuk penyebab DBD secara ramah lingkungan. Kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” ujarnya, Rabu 18 Juni 2026.
Selain membagikan ikan pemakan jentik, peringatan ASEAN Dengue Day juga diisi dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan SDN Kebondalem, Kecamatan Purwakarta. Dinkes Kota Cilegon berharap melalui kegiatan peringatan ASEAN Dengue Day tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD semakin meningkat sehingga angka kasus demam berdarah di Kota Cilegon dapat terus ditekan. Sinergi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas DBD.
Lurah Kebondalem, Baety Tety Sugiharti menegaskan pentingnya pelaksanaan PSN di lingkungan sekolah. Menurutnya, penyakit DBD dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia sehingga penanaman perilaku hidup bersih dan sehat perlu dilakukan sejak dini.
“PSN di sekolah penting dilaksanakan karena penyakit DBD tidak mengenal usia. Kegiatan ini juga untuk menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah agar terhindar dari penyakit DBD,” katanya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk.
“Cegah DBD dimulai dari lingkungan kita. Bersama bergerak, bersama melindungi keluarga dari demam berdarah. Mari kita dukung Indonesia menuju nol kematian akibat dengue, termasuk di Kota Cilegon,” ujarnya.
Editor : Rostinah











