SERANG – Dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok dan serta mempererat kerja sama bilateral di bidang kebudayaan, pelestarian lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan, pada hari Minggu (18/05) dilaksanakan Seremonial Reforestasi Mangrove di PLTU Jawa 7.
Acara ini diselenggarakan oleh CHN Energy Investment Group Co., Ltd. dan China International Communications Group, dengan dukungan Direktorat Ekologi dan Lautan Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup Tiongkok. Acara ini diselenggarakan bersama (sebagai co-host) oleh GD Power Development Co., Ltd dan merupakan bagian dari rangkaian acara Forum Pertukaran Budaya bertajuk “Kelahiran Kembali Hutan Bakau” (The Rebirth of Mangrove Forest).
Kegiatan kunjungan lapangan ke PLTU Jawa 7 diikuti oleh perwakilan dari kalangan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan media dari kedua negara, di antaranya perwakilan dari Duta Besar Indonesia di Tiongkok, Kementerian Lingkungan Hidup RI, Kementerian Kehutanan RI, Duta Besar Tiongkok di Indonesia, Direktorat Ekologi dan Lautan Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup Tiongkok, CHN Energy Investment Group Co., Ltd., China International Communications Group, GD Power Development Co., Ltd., serta institusi terkait di antaranya DLHK Provinsi Banten dan DLH Kabupaten Serang.
Peserta kunjungan lapangan melakukan visit ke beberapa lokasi dan mengikuti paparan mengenai teknologi-teknologi ramah lingkungan PLTU Jawa 7 (Clean Coal Technology). Selain itu, pengunjung juga menyaksikan secara langsung perkembangan proyek perlindungan mangrove Jawa 7, yang semula 5 hektare, kini berkembang pesat menjadi sekitar 19 hektare dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.
Mangrove Jawa 7 telah ditetapkan sebagai Pusat Mangrove Internasional Pertama di Dunia (International Mangrove Center) pada konvensi di Shenzhen, 6 November 2024 lalu.
Selanjutnya dilakukan seremonial penanaman mangrove dan pelepasan bibit ikan bersama perwakilan sebagai simbol kesiapan Manajemen PLTU Jawa 7 untuk terus melanjutkan pelestarian mangrove bersama-sama dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Zhao Zhigang, selaku Presiden Direktur PT SGPJB menyampaikan bahwa PLTU Jawa 7 akan terus berperan aktif dalam pelestarian mangrove dan siap berkolaborasi bersama pemangku kepentingan (stakeholder) dari berbagai lini untuk mewujudkan pembangunan hijau yang berkelanjutan (green development).
Direktur General Affairs PT SGPJB Doddy Nafiudin menambahkan bahwa momentum 75 tahun hubungan diplomatik RI-Tiongkok menjadi tonggak penting bagi kerja sama strategis di sektor energi dan infrastruktur.
“Kerja sama ini telah membuka peluang besar, mulai dari investasi, transfer teknologi, hingga pengembangan komponen dan infrastruktur pendukung sektor kelistrikan,” ujar Doddy melalui keterangannya di Serang, Minggu (18/5/2025).
Menurut dia, PLTU Jawa 7 merupakan hasil kerja sama strategis antara Shenhua Energy dan PT PLN (Persero) dengan kapasitas 2×1.000 megawatt (MW). Proyek ini memanfaatkan teknologi termal ultra-supercritical untuk efisiensi tinggi dan pengurangan emisi.
Sejak beroperasi, PLTU Jawa 7 telah menghasilkan lebih dari 55,59 miliar kilowatt jam (kWh) listrik dan menjadi penopang sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan Bali.
Selain PLTU Jawa 7, Shenhua juga menggarap PLTU Sumsel-1 berkapasitas 2×350 MW yang merupakan bagian dari inisiatif Belt and Road Initiative (BRI). Proyek tersebut menelan investasi sekitar 700 juta dollar AS atau setara Rp 11,55 triliun.
Doddy menegaskan, Shenhua tetap berkomitmen terhadap agenda energi bersih, meskipun saat ini masih mengandalkan batu bara sebagai sumber utama.
Beberapa strategi yang diterapkan antara lain penggunaan teknologi Ultra Supercritical untuk efisiensi dan pengurangan emisi, sistem pengendalian emisi canggih, pemanfaatan abu sisa pembakaran, hingga pemantauan emisi secara real-time yang terhubung langsung ke Kementerian Hidup dan Kehutanan.
Perusahaan juga aktif dalam konservasi lingkungan seperti penanaman pohon, rehabilitasi mangrove, dan edukasi masyarakat lokal. Selain itu, PT SGPJB dan mitra sedang menyiapkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Karangkates dengan kapasitas terpasang 129 MWp di Bendungan Sutami, Malang, Jawa Timur. Proyek ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026.
PLTS Karangkates diperkirakan mampu menghasilkan 219 gigawatt jam listrik per tahun, mengurangi emisi karbon hingga 180.000 ton per tahun, dan mendukung target bauran energi terbarukan sebesar 75 persen pada 2040.
PLTU Jawa 7 sendiri dibangun oleh PT SGPJB, perusahaan patungan antara China Energy Investment Group dan PLN Nusantara Power melalui PT PLN Nusantara Renewables. Proyek ini menjadi kolaborasi penting dalam pengembangan pembangkit listrik ramah lingkungan di Indonesia.
PLTU Jawa 7 dibangun oleh PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB), perusahaan patungan antara China Energy Investment Group dan anak perusahaan dari PLN Group, PLN Nusantara Power, melalui PT PLN Nusantara Renewables (PLN NR).
PLTU Jawa 7 adalah proyek pengembangan Independent Power Producer (IPP) pertama PLN NR yang merupakan kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok. Manajemen berkomitmen tinggi untuk mempromosikan pembangunan ramah lingkungan melalui penerapan Teknologi Batubara Bersih (Clean Coal Technology/CCT), memastikan kegiatan operasi PLTU Jawa 7 aman, ekonomis, dan bersih dengan efisiensi tinggi untuk jaminan pasokan energi listrik yang andal pada sistem transmisi Jawa-Madura-Bali dan mendukung Pembangunan Hijau (Green Development).
Editor: Abdul Rozak











