CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Fraksi Gerindra DPRD Kota Cilegon meyakini bau sampah yang dikeluhkan warga di wilayah Ciwedus berasal dari Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung.
Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon pun didorong segera menyiapkan solusi jangka panjang agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Cilegon, Fauzi Desviandy, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait bau menyengat yang muncul pada waktu-waktu tertentu.
“Kita menerima aduan dari masyarakat, dan memang ternyata bukan cuma satu dua orang, tetapi sudah dibahas juga di tingkat kelurahan,” katanya Rabu 24 Juni 2026.
Fauzi menegaskan, pernyataannya bukan mewakili Komisi DPRD, melainkan sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Cilegon.
“Saya bicara bukan sebagai komisi, tetapi mewakili Dapil II, terutama Kecamatan Cilegon,” ujarnya.
Untuk memastikan dugaan tersebut, Fauzi mengaku melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada malam hari.
Saat itu bau sampah tidak terlalu menyengat karena kondisi arah angin berbeda dibanding saat warga mengeluhkan bau.
“Kemarin saya ke sana sekitar pukul 23.00 WIB, tetapi memang tidak terlalu bau seperti sebelumnya. Kemudian saya petakan kenapa saat itu tidak terlalu bau, karena angin bergerak dari arah Ciwandan menuju TPSA,” tuturnya.
Sebaliknya, saat bau sampah sangat menyengat, ia mendapati arah angin justru bergerak dari TPSA Bagendung menuju kawasan Ciwedus.
“Ketika bau sangat menyengat itu saya cek, arah anginnya dari TPSA Bagendung ke Ciwedus. Hipotesis atau dugaan kami, bau sampah ini berasal dari TPSA Bagendung,” katanya.
Meski demikian, Fauzi mendorong Pemkot Cilegon tidak hanya fokus pada penanganan sementara, tetapi juga segera menghadirkan inovasi dalam sistem pengolahan sampah.
“Masukan saya, mungkin Cilegon sudah membutuhkan inovasi pengolahan sampah sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi TPSA saat ini membuat timbunan sampah terus bertambah karena sampah terus masuk setiap hari.
Di sisi lain, sejumlah fasilitas pengolahan yang tersedia juga belum dimanfaatkan secara optimal.
“Sekarang itu masuk, ditumpuk, masuk lagi, ditumpuk lagi. Bahkan ada peralatan hibah dari PLN yang sampai sekarang juga tidak berjalan,” ungkapnya.
Terkait dugaan bau berasal dari transportir sampah di kawasan Ciwaduk, Fauzi mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan dinas terkait.
“Kemarin kami koordinasi dengan lurah dan dinas terkait. Sudah dicek juga, malam hari transportir bersih dan tidak beroperasi. Jadi dugaan kami tetap mengarah ke TPSA Bagendung,” tandasnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: AGung S Pambudi











