CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Upaya menghadirkan lingkungan kerja yang nyaman untuk karyawan dan juga keluarga kembali membuahkan apresiasi bagi PT KRAKATAU POSCO. Dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tingkat Provinsi Banten yang diselenggarakan pada Senin (29/6) di Lapangan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rumah Impian Anak (RIA) KRAKATAU POSCO menerima penghargaan sebagai Perusahaan Terbaik dalam Inisiasi Pembentukan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) tingkat Provinsi Banten.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Rumah Impian Anak dalam menghadirkan layanan pengasuhan anak berbasis tempat kerja yang tidak hanya berfokus pada penitipan anak, tetapi juga mendukung tumbuh kembang mereka secara menyeluruh. Penilaian dilakukan berdasarkan pemenuhan empat aspek utama layanan TAMASYA, yaitu pendampingan bagi pengasuh, pendampingan tumbuh kembang anak, pendampingan bagi orang tua, serta penyediaan layanan rujukan yang terintegrasi.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan bahwa keberadaan daycare di lingkungan perusahaan memiliki peran yang lebih luas dibandingkan sekadar menjadi fasilitas pendukung bagi pekerja. Rumah Impian Anak hadir sebagai ruang kolaborasi antara perusahaan, keluarga, dan tenaga pendidik untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak sejak usia dini.
Dalam amanatnya, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dimulai ketika seseorang memasuki bangku kuliah atau dunia kerja, melainkan sejak anak masih berada dalam kandungan dan dibesarkan di lingkungan keluarga.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dimulai dari bangku kuliah ataupun dunia kerja, tetapi sejak dalam rahim ibu dan melalui pengasuhan di lingkungan keluarga,” ujar Andra.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki era bonus demografi, sebuah momentum yang hanya terjadi sekali dalam sejarah bangsa. Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan membangun kualitas manusia sejak dini melalui keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter, kesehatan, dan kemampuan anak.
“Keluarga bukan hanya unit terkecil dalam masyarakat, tetapi menjadi fondasi keberhasilan pembangunan daerah dan nasional. Semakin kuat kualitas keluarga, semakin besar pula peluang lahirnya sumber daya manusia unggul,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Iwan Ardiansyah Sentono, menyampaikan bahwa bonus demografi merupakan peluang besar yang harus dikelola melalui penguatan ketahanan keluarga dan pembangunan karakter anak sejak usia dini.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan berbagai program penguatan keluarga, pembinaan anak, serta pengembangan Sekolah Ramah Anak sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Bagi KRAKATAU POSCO, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan Rumah Impian Anak sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap keluarga karyawan. Melalui penyediaan layanan pengasuhan yang berkualitas, perusahaan berupaya membantu para orang tua menjalankan perannya dengan lebih optimal, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang sekaligus memastikan anak-anak memperoleh stimulasi, pendidikan, dan pengasuhan yang sesuai dengan tahapan perkembangannya.
Sejalan dengan semangat Program TAMASYA, Rumah Impian Anak KRAKATAU POSCO terus mengembangkan layanan secara berkelanjutan melalui peningkatan kompetensi pengasuh, penguatan program pembelajaran, pendampingan bagi orang tua, serta penyediaan fasilitas yang semakin ramah anak. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengasuhan yang berkualitas dan menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Penghargaan yang diterima pada momentum Hari Keluarga Nasional ke-33 ini menjadi bukti bahwa dunia industri memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang kuat. Sebab, di balik produktivitas perusahaan, terdapat keluarga-keluarga yang perlu didukung, serta anak-anak yang kelak akan menjadi generasi penerus bangsa.











