SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Upaya menumbuhkan kembali budaya membaca terus didorong di Kota Serang, di tengah derasnya arus penggunaan gawai di kalangan anak-anak hingga orang dewasa.
Literasi dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk pola pikir kritis dan karakter generasi masa depan.
Momentum Hari Membaca Nyaring Sedunia dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk mengajak masyarakat kembali dekat dengan buku.
Membaca tidak hanya dipandang sebagai aktivitas belajar, tetapi juga sebagai cara membangun imajinasi, kreativitas, dan kemampuan berbahasa sejak usia dini.
Peringatan Hari Membaca Nyaring Sedunia di Kota Serang dikemas dalam kegiatan World Read Aloud Festival 2026.
Acara ini dihadiri pegiat literasi, komunitas membaca, serta perwakilan lembaga kebahasaan yang peduli terhadap peningkatan minat baca masyarakat.
Ketua TP PKK Kota Serang, Arfina Rustandi, yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi Kota Serang, mengajak masyarakat untuk membiasakan membaca, khususnya membaca nyaring bersama anak-anak di lingkungan keluarga.
“Hari ini saya menghadiri event World Read Aloud 2026 atau Festival Membaca Nyaring untuk memperingati Hari Membaca Nyaring Sedunia,” ujar Arfina, Minggu 1 Februari 2026.
Menurut Arfina, membaca nyaring memiliki manfaat besar, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan literasi anak, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
“Membaca nyaring itu bukan sekadar membaca buku, tapi juga membangun kedekatan, komunikasi, dan kebiasaan positif di rumah,” katanya.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh literasi, di antaranya pegiat literasi nasional, perwakilan Kantor Bahasa Banten, serta Bunda Literasi Provinsi Banten, Tina Andra Soni.
Dalam kesempatan itu, sejumlah buku karya masyarakat Banten turut dibagikan kepada peserta.
Buku-buku tersebut ditulis menggunakan bahasa daerah Banten dan dilengkapi terjemahan bahasa Indonesia.
“Buku-buku ini ditulis oleh masyarakat Banten sendiri, menggunakan bahasa daerah kita dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Ini sangat baik untuk mengenalkan literasi sekaligus identitas budaya,” jelas Arfina.
Arfina berharap, melalui peringatan Hari Membaca Nyaring Sedunia, orang tua semakin aktif mendampingi anak dalam kegiatan membaca agar tidak terlalu bergantung pada gawai.
“Harapannya anak-anak lebih giat membaca, tidak hanya melihat gadget, sehingga mereka tumbuh dengan kebiasaan membaca yang baik,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











