SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, prakirakan cuaca di Provinsi Banten pada Minggu, 19 Juli 2026, bervariasi. Dari cerah, cerah berawan, hingga hujan ringan.
Berdasarkan prakiraan BMKG, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon mengalami cuaca cerah.
Sementara itu, Kabupaten Tangerang dan Kota Serang diprediksi cerah berawan. Adapun Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan berpotensi diguyur hujan ringan.
Cuaca cerah diperkirakan mendukung berbagai aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Sementara, wilayah dengan kondisi cerah berawan masih akan mendapatkan sinar matahari meski sesekali tertutup awan. Bagi daerah yang berpotensi hujan ringan, masyarakat diimbau menyiapkan payung atau jas hujan sebagai langkah antisipasi.
Secara umum, suhu udara di Provinsi Banten berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara 43 hingga 96 persen.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta menghindari paparan sinar matahari secara berlebihan saat beraktivitas pada siang hari.
Berikut prakiraan cuaca di sejumlah wilayah Banten pada Minggu, 19 Juli 2026:
Kabupaten Pandeglang
- Cerah
- Suhu: 25–32 derajat Celsius
- Kelembapan: 58–96 persen
Kabupaten Lebak
- Hujan ringan
- Suhu: 24–31 derajat Celsius
- Kelembapan: 58–94 persen
Kabupaten Tangerang
- Cerah berawan
- Suhu: 25–32 derajat Celsius
- Kelembapan: 46–90 persen
Kabupaten Serang
- Cerah
- Suhu: 25–32 derajat Celsius
- Kelembapan: 55–92 persen
Kota Tangerang
- Hujan ringan
- Suhu: 25–32 derajat Celsius
- Kelembapan: 48–88 persen
Kota Cilegon
- Cerah
- Suhu: 25–32 derajat Celsius
- Kelembapan: 49–90 persen
Kota Serang
- Cerah berawan
- Suhu: 25–32 derajat Celsius
- Kelembapan: 55–92 persen
Kota Tangerang Selatan
- Hujan ringan
- Suhu: 25–33 derajat Celsius
- Kelembapan: 45–86 persen
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini, menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta mengurangi aktivitas di bawah terik matahari dalam waktu yang lama.
Editor: Agus Priwandono











