LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Lebak. Guru Bahasa Arab MAN 1 Lebak, Siti Nuryulia, berhasil lolos seleksi ketat dan memperoleh Letter of Acceptance (LoA) untuk mengikuti The 5th Annual Masterclass in Digital Humanities 2026 yang diselenggarakan Fakultas Studi Islam Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, pada 20–21 Juli 2026.
Keberhasilan tersebut mengantarkan Siti Nuryulia menjadi salah satu peserta yang berkesempatan mempresentasikan karya ilmiahnya berjudul “When Islamic Law Meets Human Rights on Social Media: A Corpus-Based Analysis of #LGBT in Islamic Sentiment”. Ia lolos melalui seleksi abstrak penelitian (research abstract) yang diikuti akademisi, dosen, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara.
Forum ilmiah tersebut menghadirkan peserta dari Indonesia maupun mancanegara, di antaranya Pakistan, Palestina, Belanda, hingga sejumlah negara di Afrika. Persaingan yang ketat menjadikan keberhasilan Siti Nuryulia sebagai pencapaian yang membanggakan, tidak hanya bagi MAN 1 Lebak, tetapi juga bagi dunia pendidikan di Kabupaten Lebak.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai sesi diskusi mengenai perkembangan Digital Humanities, media baru, pemanfaatan teknologi digital dalam penelitian, serta pendekatan transdisipliner dalam kajian Islam. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar internasional yang berbagi pengalaman serta hasil riset terbaru di bidangnya.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Siti Nuryulia adalah kesempatan berdiskusi langsung dengan Prof. Merlyna Lim, akademisi Indonesia yang berkarier di Kanada dan dikenal sebagai pakar media digital serta Digital Humanities. Menurutnya, diskusi tersebut membuka perspektif baru mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam penelitian maupun pembelajaran.
“Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan dan memperluas jejaring ilmiah saya dengan para akademisi dari berbagai negara, tetapi juga menjadi bekal yang sangat bermanfaat dalam menjalankan tugas sebagai guru di MAN 1 Lebak,” ujar Siti Nuryulia, Rabu 22 Juli 2026.
Ia berharap ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama mengikuti forum internasional tersebut dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di madrasah. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dan budaya riset perlu terus diperkuat agar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain itu, keikutsertaannya di forum internasional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para guru untuk terus mengembangkan kompetensi akademik melalui penelitian dan publikasi ilmiah. Guru, kata dia, memiliki peran penting dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif sekaligus berbasis hasil riset.
Prestasi yang diraih Siti Nuryulia juga menunjukkan bahwa tenaga pendidik di daerah memiliki peluang yang sama untuk berkiprah di tingkat internasional. Dengan terus meningkatkan kualitas penelitian dan jejaring akademik, guru dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan sekaligus mengharumkan nama daerah di forum global.
Editor: Mastur Huda








