SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pihak PT Cipta Papperia membantah terkait indikasi perusahaannya yang diduga menjadi penyebab pencemaran sungai Ciujung.
Bahkan, mereka juga membantah adanya penyegelan sementara seperti yang disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang.
Kepala Pabrik PT Cipta Papperia, Ahmad Satibi, mengatakan perusahaannya rutin malkukan pengujian baku mutu air setiap bulan dan rutin melaporkannya setiap tiga bulan sekali ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang.
“Setiap bulan rutin ada hasil uji laboratorium, setiap tiga bulan kita laporkan ke DLH Kabupaten Serang. Jadi hasilnya sudah masuk baku mutu,” katanya kepada Radar Banten pada Rabu 22 Juli 2026.
Bahkan, pihaknya juga rutin setiap tiga bulan membuat laporan hasil uji emisi dan uji kebisingan ke DLH Kabupaten Serang. Hal itu dilakukan untuk mengikuti seluruh regulasi yang ada di Kabupaten Serang.
Bahkan, ia menegaskan jika perusahaannya tidak pernah membuang langsung limbah ke Badan Sungai Ciujung tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik perusahaan.
“Kita punya IPAL, kita proses fikia, kimia, biologi dan bakterisasi. Jadi semuanya diolah dulu sampai memenuhi baku mutu sebelum akhirnya dibuang,” tegasnya.
Ia mengaku, sekitar dua pekan lalu, pihak DLH Provinsi maupun Kabupaten Serang telah datang langsung untuk melakukan pengambilan sampel di outlet IPAL milik PT Cipta Papperia. Namun hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai hasil pengujiannya seperti apa dan rekomendasi apa yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan.
“Belum menerima hasilnya, ya itu semua kita serahkan kepada DLH,” tegasnya.
Ia pun membantah terkait dengan adanya informasi mengenai penyegelan sementara yang dilakukan oleh DLH Kabupaten Serang. Bahkan hingga saat ini, perusahaan masih beroperasi secara normal. “Tidak ada penyegelan kita. Masih berjalan seperti biasa,” tegasnya.
Ia mengaku, sebelum adanya pengambilan Sembel air yang dilakukan, DLH sudah memberikan beberapa rekomendasi perbaikan yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan. Saat ini rekomendasi tersebut sedang dijalankan.
“Seperti MCK harus dikelola, harus masuk IPAL, jalurnya harus benar, nah itu sedang kita lakukan. Dan LH Kabupaten memberikan waktu dua sampai tiga bulan. Lalu flow meter harus di pindahkan, ini sedang berproses. Alat-alatnya sudah ada sebenarnya, cuman memang dari unsur ketepatan pemasangannya saja, nah ini sedang kita perbaiki,” tegasnya.
Ia mengatakan, pencemaran sungai Ciujung yang terjadi setiap tahun turut memberi dampak buruk juga terhadap perusahaannya. Pasalnya, dalam proses produksi, PT Cipta Papperia juga membutuhkan air sungai yang tentunya harus kondisinya baik dan memenuhi baku mutu.
“Produksi kita menggunakan air sungai untuk, dengan adanya pencemaran harus dilakukan Penjernihan dahulu sebelum lakukan pengolahan. Jadi beban kimia kita lebih besar untuk menjernihkan air,” tegasnya.
Lebih lanjut ia mengaku apabila hasil pengujian sudah keluar dan ada rekomendasi yang harus dilakukan, pihaknya mengaku siap untuk menindak lanjuti rekomendasi-rekomendasi yang diberikan.
Editor Daru









