MANDALAWANGI – Sebanyak 249 calon bintara Polri mulai mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Banten di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2026–2027 itu dibuka secara resmi oleh Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Banten Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Hengki pada Senin (20/7).
Hengki mengatakan, Diktukba Polri tahun ini mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif”. “Tema tersebut menegaskan pentingnya membangun personel Polri yang berintegritas, bermoral, berpikir kritis, adaptif terhadap teknologi, serta mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence-red) dalam mendukung tugas Kepolisian,” katanya.
Ia menambahkan, program pembentukan bintara Polri tahun ini lebih dikhususkan untuk berkemampuan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). “Program pembentukan ini akan berlangsung selama lima bulan, mulai 20 Juli hingga 16 Desember 2026. Sebanyak 249 siswa mengikuti pendidikan tersebut, yang terdiri dari, 200 siswa asal Polda Metro Jaya dan 49 siswa asal Polda Banten. Kalau secara nasional, pendidikan tahun ini diikuti sebanyak 4.792 peserta didik. Di antara total tersebut, terdapat 708 peserta didik Polwan,” jelasnya.
Diktukba Polri tahun ini, lanjut Hengki, menggunakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan. “Melalui kurikulum ini, peserta didik diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu mengaplikasikan ilmu, menyelesaikan permasalahan, bekerja sama, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Tribrata, Catur Prasetya, dan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja,” urai Hengki.
Hengki mengingatkan kepada tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh SPN Mandalawangi agar melaksanakan proses pendidikan secara profesional. “Kepada seluruh tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh agar melaksanakan proses pendidikan secara profesional, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta menghindari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun perlakuan yang dapat merendahkan martabat peserta didik,” tegasnya.
Kapolda juga mengingatkan lima poin yang harus menjadi pedoman dan dilaksanakan oleh seluruh siswa calon bintara Polri. Yakni, meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan sebagai landasan bertindak dalam pelaksanaan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari, mempersiapkan fisik dan mental selama mengikuti pendidikan, menghindari pelanggaran sekecil apa pun, dan mematuhi seluruh peraturan serta ketentuan yang sudah ditetapkan oleh lembaga pendidikan. Serta, menunjukkan sikap disiplin, penuh semangat dan tekad yang kuat serta motivasi yang tinggi. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











