SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dapur Mami Iska terus menghadirkan beragam pilihan olahan daging sapi yang menjadi favorit para pelanggan. Iga Bakar menjadi salah satu menu andalan berkat tekstur dagingnya yang empuk dengan bumbu khas yang meresap hingga ke dalam. Sementara itu, Sate Sapi menawarkan sensasi berbeda dengan potongan daging pilihan yang dipadukan cita rasa autentik.
Bagi Anggota DPRD Provinsi Banten, Nia Purnama Sari, Iga Bakar dan Sate Sapi khas Dapur Mami Iska bukan sekadar menu makan siang. Kedua hidangan tersebut telah menjadi sajian favorit yang kerap dinikmati bersama keluarga. “Makanannya enak-enak,” ujarnya, Selasa 28 Juli 2026.
Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi Dapur Mami Iska untuk terus menjaga konsistensi cita rasa, kualitas bahan baku, pelayanan terbaik, serta kenyamanan setiap pelanggan yang datang.
Kehadiran Politikus PDIP di Dapur Mami Iska itu menjadi bagian dari perjalanan berkembangnya usaha kuliner lokal di Banten. Di tengah semakin beragamnya pilihan kuliner, pelaku usaha lokal terus berinovasi dengan menghadirkan menu bercita rasa khas yang mampu menjadi daya tarik masyarakat.
Sebagai salah satu pelaku usaha kuliner lokal di Kota Serang, Dapur Mami Iska berupaya mengambil peran melalui berbagai olahan daging sapi yang menjadi identitasnya, mulai dari Iga Bakar, Sate Sapi, hingga Iga Bakar Sultan dengan porsi jumbo yang cocok dinikmati bersama keluarga maupun teman.
Kunjungan singkat Nia Purnama Sari bersama staf di sela padatnya aktivitas menjadi momen yang berkesan bagi Mami Iska beserta seluruh karyawan. Apresiasi terhadap Iga Bakar dan Sate Sapi yang telah menjadi menu favorit keluarga menjadi penyemangat bagi Dapur Mami Iska untuk terus menghadirkan kualitas terbaik.
Ke depan, Dapur Mami Iska berharap kepercayaan pelanggan dari berbagai kalangan dapat menjadi motivasi untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan cita rasa khas yang telah dikenal. Dengan begitu, kuliner lokal asal Serang diharapkan semakin dikenal luas, tidak hanya di Banten, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.
Editor : Rostinah










