SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penanaman Modal Asing (PMA) menunjukkan pertumbuhan signifikan di Provinsi Banten sepanjang Triwulan II 2026. Realisasi investasi asing mencapai Rp13,02 triliun atau tumbuh 35,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan PMA tersebut juga meningkat 18,04 persen dibandingkan realisasi pada Triwulan I 2026.
Meski demikian, investasi domestik masih menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi Banten. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat mencapai Rp18,87 triliun atau sekitar 59 persen dari total investasi Triwulan II 2026 yang mencapai Rp31,9 triliun.
Namun, berbeda dengan PMA yang tumbuh positif, realisasi PMDN mengalami penurunan 5,97 persen secara tahunan dan turun 18,88 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan kondisi geopolitik global menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi aktivitas perusahaan asing di Banten, khususnya perusahaan yang masih mengandalkan bahan baku impor.
“Kondisinya walaupun secara geopolitik internasional ini sedang terganggu, ada beberapa perusahaan asing yang bahan bakunya tergantung pada kondisi perang di Selat Hormuz misalnya,” ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.
Sementara perusahaan yang menggunakan bahan baku dari dalam negeri dinilai relatif lebih mampu menjaga aktivitas produksinya.
“Tapi kalau PMDN yang bahan bakunya masih di dalam negeri, ini yang tidak ada masalah bagi mereka,” katanya.
Berdasarkan negara asal investor, Jepang menjadi negara dengan realisasi PMA terbesar di Banten, yakni Rp2,96 triliun atau 22,75 persen. Posisi berikutnya ditempati Singapura dengan Rp2,59 triliun atau 19,89 persen dan Tiongkok sebesar Rp2,39 triliun atau 18,34 persen.
Selanjutnya, investasi dari Seychelles mencapai Rp1,08 triliun atau 8,31 persen dan Malaysia sebesar Rp0,80 triliun atau 6,18 persen.
Secara nasional, Banten menempati peringkat keenam dalam realisasi PMA dengan nilai sekitar Rp13 triliun. Sementara untuk PMDN, Banten berada di peringkat keempat nasional dengan nilai sekitar Rp18,9 triliun.
Kepala DPMPTSP Banten, Virgojanti, sebelumnya menyebut total investasi Banten pada Triwulan II 2026 mencapai Rp31,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,41 persen dibandingkan Triwulan II 2025.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Banten masih menjadi salah satu tujuan investasi utama di Indonesia. Pemerintah daerah pun terus mendorong penguatan iklim investasi agar pertumbuhan PMA dan PMDN dapat berlanjut hingga akhir 2026.
Editor: Bayu Mulyana









