LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 159 dari total 266 jembatan gantung di Kabupaten Lebak mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan masyarakat yang setiap hari memanfaatkan jembatan sebagai akses utama penghubung antardesa.
Jembatan gantung memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas ekonomi warga, terutama di wilayah pedesaan yang dipisahkan oleh aliran sungai.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh, mengatakan dari 266 jembatan gantung yang ada, hanya 46 unit yang masih dalam kondisi baik. Sementara 61 unit berkondisi sedang dan 159 unit lainnya mengalami kerusakan.
“Kerusakan tersebut umumnya disebabkan faktor usia. Rata-rata jembatan sudah lama dan minim peremajaan,” kata Hamdan, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurutnya, seluruh jembatan gantung tersebut berada di jalan desa sehingga kewenangan rehabilitasi dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab pemerintah desa.
“Kewenangan rehabilitasi atau perbaikan jembatan gantung ada di desa. Meski demikian, apabila ada kondisi yang benar-benar darurat, kami tetap berupaya melakukan intervensi sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” ujarnya.
Untuk mempercepat penanganan, DPUPR Kabupaten Lebak telah mengajukan usulan bantuan kepada sejumlah pihak, di antaranya Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian Dalam Negeri, serta TNI dan Polri.
“Kami telah mengusulkan sekitar 40 jembatan gantung yang rusak untuk mendapatkan bantuan melalui Kemendagri dan Satgas TNI. Saat ini juga ada Program Jembatan Merah Putih yang diharapkan dapat membantu percepatan pembangunan,” jelas Hamdan.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriandi, mengatakan Kabupaten Lebak merupakan daerah dengan jumlah jembatan gantung terbanyak di Banten. Kondisi tersebut dipengaruhi banyaknya aliran sungai yang membelah wilayah Lebak.
Tercatat terdapat sekitar 186 sungai, termasuk 16 sungai besar, yang tersebar dari wilayah hulu hingga hilir. Hampir setiap kecamatan memiliki jembatan gantung sebagai sarana penghubung antardesa.
“Keberadaan jembatan gantung sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan lainnya. Karena itu, kami berharap dukungan dari pemerintah, dunia usaha, BUMN, maupun masyarakat untuk bersama-sama membantu pembangunan dan perbaikan jembatan gantung di Lebak,” katanya.
Editor : Aas Arbi

