SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 20 putra-putri terbaik Kabupaten Serang dikirim ke Lembaga Pendidikan Kaligrafi Al-Qur’an (Lemka) Sukabumi untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan kaligrafi selama satu tahun.
Program tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk memperkuat cabang kaligrafi yang dinilai masih menjadi kelemahan kafilah Kabupaten Serang pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Banten. Melalui pembinaan tersebut, Kabupaten Serang menargetkan mampu meraih juara umum pada MTQ Provinsi Banten berikutnya.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan para peserta akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan secara intensif di Lemka Sukabumi dengan fokus pada bidang kaligrafi.
Ia menjelaskan, pengiriman peserta merupakan hasil evaluasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Serang setelah pelaksanaan MTQ Provinsi Banten.
“Berdasarkan hasil evaluasi LPTQ Kabupaten Serang, kelemahan kita berada di bidang kaligrafi. Oleh karena itu, kami telah memetakan beberapa peserta untuk mengikuti pembinaan,” katanya, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Zakiyah, sebanyak 20 peserta tersebut berasal dari 10 kecamatan di Kabupaten Serang. Mayoritas peserta berusia di atas 20 tahun dan telah memiliki pengalaman belajar di pondok pesantren.
“Mereka menurut saya sudah terlatih untuk mondok. Tadi saya tanya, ‘Gimana, siap enggak untuk satu tahun?’ Mereka menjawab, ‘Siap.’ Doakan semoga mereka betah,” ujarnya.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh program pembelajaran secara maksimal sehingga Kabupaten Serang memiliki kaligrafer yang mampu berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
“Untuk bidang-bidang lain pun akan terus kita bina. Walaupun sudah cukup maksimal, pembinaannya tetap akan kita tingkatkan,” tegasnya.
Zakiyah berharap, sepulang dari Lemka, para peserta mampu menjadi kaligrafer terbaik sekaligus mengantarkan Kabupaten Serang meraih prestasi pada MTQ Provinsi Banten.
“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar putra-putri terbaik kita bisa mengikuti pendidikan dengan baik dan disiplin. Ujungnya tentu kita ingin menghasilkan juara yang kita harapkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Serang, Budi Haryadi, mengatakan seluruh biaya pendidikan peserta ditanggung Pemkab Serang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Sudah difasilitasi oleh Pemkab Serang melalui APBD. Anggarannya Rp1,1 miliar untuk 20 peserta selama satu tahun,” ungkapnya.
Ia mengatakan, Lemka Sukabumi dipilih karena merupakan salah satu pusat pendidikan kaligrafi terkemuka di Indonesia.
“Lemka itu ada dua, ada di Ciputat, tetapi pesantrennya berada di Sukabumi. Pesertanya berasal dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri juga ada,” katanya.
Budi berharap program pembinaan tersebut mampu mendongkrak prestasi Kabupaten Serang pada MTQ Provinsi Banten 2027.
“Pertama untuk MTQ, kedua agar ilmunya nanti bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Selama menjalani pendidikan, LPTQ Kabupaten Serang akan melakukan evaluasi secara berkala dengan mengunjungi para peserta setiap bulan untuk memantau perkembangan mereka.
“Nanti kami dari LPTQ akan menjenguk sebulan sekali. Kami akan melihat progresnya, termasuk kecenderungan bakat mereka, apakah di mushaf, digital, atau bidang kaligrafi lainnya,” ujarnya.
Editor: Aas Arbi












